ASDP Batalkan Jadwal Penyeberangan KMP Inerie II, Pelaku Ekspedisi Mengaku Rugi

Emanuel Boli
Dilihat 213x
Waktu Baca ± 3 Min
Bagikan Artikel
ASDP Batalkan Jadwal Penyeberangan KMP Inerie II, Pelaku Ekspedisi Mengaku Rugi
Aktivis Formalen Ciprianus Pito Lerek, Broin Tolok, dan Heri Tanatawa saat bersama pelaku ekspedisi di Pelabuhan Laut Lewoleba, Senin (1/6) Kredit: Capture

Lembata- Pelayanan penyeberangan rute Larantuka–Lewoleba–Larantuka oleh KMP Feri Inerie II kembali menuai sorotan setelah jadwal pelayaran pada Senin, 1 Juni 2026, dibatalkan secara sepihak.

Hal itu diungkapkan Ciprianus Piro Lerek selaku Koordinator Umum (Koordum) Aliansi Ekspedisi Lembata (Aksel) dan Forum Parlemen Jalanan Lembata (Formalen) kepada HighlightNTT, Senin (1/6).

Sebelumnya, KMP Feri Inerie II telah dua kali melayani penyeberangan rute tersebut setiap hari Senin setelah memperoleh izin dari Kementerian Perhubungan RI.

Kapal itu juga disebut berhasil melakukan sandar ramp door di Pelabuhan Lewoleba pada 14 Mei 2026 lalu.

Ciprianus Piro Lerek saat bersama pelaku ekspedisi di Pelabuhan Lewoleba, Senin (1/6) mengatakan pemerintah daerah dan pihak terkait belum melakukan koordinasi dengan baik terkait pelayanan penyeberangan tersebut.

Ia menuturkan, kondisi itu terkesan sebagai bentuk pembiaran terhadap persoalan yang dialami masyarakat pengguna jasa transportasi laut.

“Saya melihat pemerintah daerah tidak berkoordinasi dengan baik. Kalau menurut saya ini pembiaran. Kita melihat bahwa ASDP hari ini seolah-olah berbuat seenaknya,” ujar Ciprianus.

Ia bahkan mengusulkan agar pelayanan ASDP ditutup apabila jadwal pelayaran pada Kamis mendatang kembali tidak berjalan.

Langkah itu, kata dia, bertujuan memberi ruang kepada DPR untuk membangun komunikasi dengan pemerintah guna menghadirkan pihak ketiga dalam pelayanan penyeberangan.

“Kalau memang pada akhirnya hari Kamis itu tidak berjalan, maka kita tutup saja supaya teman-teman DPR bisa membangun komunikasi dengan pemerintah untuk mendatangkan pihak ketiga,” katanya.

Sementara itu, salah satu pelaku ekspedisi Lembata mengaku sangat dirugikan akibat pembatalan jadwal pelayaran tersebut.

Ia mengatakan selama delapan bulan para pelaku usaha tidak dapat beroperasi secara normal akibat terganggunya pelayanan penyeberangan.

“Kami ini pemakai jasa. Selama delapan bulan kami tidak berlayar, kami tidak jalan. Kerugian kami selama delapan bulan siapa yang ganti?” ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa dirinya telah menyiapkan muatan sesuai jadwal kapal yang diumumkan sebelumnya.

Namun, secara tiba-tiba jadwal tersebut dibatalkan sehingga berdampak langsung pada aktivitas bisnis dan distribusi komoditas.

“Kemarin saya sudah kemas muatan, tiba-tiba jadwal dibatalkan. Saya sebagai pemakai jasa kecewa. Saya juga pelaku bisnis hasil komoditi yang saya beli di gunung, mau dibawa ke Maumere, sekarang kapal tidak ada,” ujar dia.

Ia berkata, dua pelayaran sebelumnya sempat memberikan harapan bahwa pelayanan ASDP mulai berjalan baik. Karena itu, para pelaku usaha telah mempersiapkan barang untuk diseberangkan.

“Dua kali pertama kapal jalan, kami sudah merasa pelayanan ASDP ini sudah bagus. Jadi kami juga sudah siap barang untuk menyeberang. Tetapi dengan kondisi seperti ini saya merasa dirugikan,” ujarnya.

Ia juga meminta adanya koordinasi yang lebih tegas antara ASDP Lewoleba dan ASDP Larantuka agar persoalan penyeberangan tidak terus berulang seperti sebelumnya.

“Kami minta ASDP tegas koordinasi dengan ASDP Larantuka. Dulu kalau kendaraan menumpuk di Larantuka tinggal koordinasi, kapal bisa antar ke Lewoleba. Sekarang mobil mau menyeberang tetapi jadwal dibatalkan. Kami mengadu ke siapa? Barang-barang komoditi yang kami bawa bisa rusak,” katanya.

Berdasarkan keterangan tertulis yang diterima, Nanda selaku perwakilan PT ASDP Lewoleba menyampaikan terdapat tiga alasan pembatalan pelayanan penyeberangan tersebut.

Alasan pertama berkaitan dengan operasional kapal, kedua kondisi pasang surut di Pelabuhan Lewoleba, dan ketiga adanya beberapa kapal milik PT ASDP Cabang Kupang yang sedang menjalani docking. ** (EB)

Kolom Komentar

Suara Pembaca


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Sponsored
Teman Cerita - Bukan Cerita Biasa
Sponsored Content Teman Cerita - Bukan Cerita Biasa
Pasang Iklan
Sponsored
Teman Cerita - Bukan Cerita Biasa
Sponsored Content Teman Cerita - Bukan Cerita Biasa
Pasang Iklan