MoU Pemuda Katolik dan STIPAS KAK jadi Langkah Strategis Pembinaan Kaum Muda

Emanuel Boli
Dilihat 141x
Waktu Baca ± 2 Min
Bagikan Artikel
MoU Pemuda Katolik dan STIPAS KAK jadi Langkah Strategis Pembinaan Kaum Muda
Penandatanganan MoU Pemuda Katolik Kota Kupang dan STIPAS KAK di Aula STIPAS KAK, Sabtu (16/5) Kredit: Istimewa

Kupang- Pemuda Katolik Komisariat Cabang (Komcab) Kota Kupang bersama STIPAS Keuskupan Agung Kupang resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) sebagai bentuk komitmen bersama dalam memperkuat pendidikan, pembinaan generasi muda, serta pengembangan nilai-nilai moderasi di tengah masyarakat.

Penandatanganan MoU tersebut berlangsung dalam rangkaian kegiatan Talk Show Moderasi yang digelar di Aula St. Petrus STIPAS Keuskupan Agung Kupang, Sabtu (16/5/2026). Kegiatan ini turut disaksikan oleh Sekretaris Daerah Kota Kupang, Jeffry Edward Pelt, serta Pastor Moderator Komisariat Daerah Nusa Tenggara Timur, RD. Jefri Bonlai.

Kerja sama tersebut dinilai menjadi langkah strategis dalam membangun kolaborasi antara organisasi kepemudaan dan lembaga pendidikan tinggi keagamaan guna memperkuat semangat toleransi, dialog, dan moderasi di kalangan generasi muda.

Ketua Pemuda Katolik Komisariat Cabang Kota Kupang, Valentinus K. Masan, saat dikonfirmasi Minggu (17/5) menyampaikan bahwa MoU tersebut tidak hanya bersifat seremonial, tetapi menjadi landasan kerja bersama dalam menghadirkan program-program edukatif, sosial, dan kemasyarakatan yang berdampak positif bagi kaum muda di Kota Kupang.

Sementara itu, Ketua STIPAS Keuskupan Agung Kupang, Dr. Florens Maxi Un Bria, menegaskan komitmennya untuk terus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat, khususnya organisasi kepemudaan, dalam menanamkan nilai-nilai moderasi, persaudaraan, dan kepedulian sosial.

Dalam suasana penuh keakraban dan semangat kebersamaan, kegiatan Talk Show Moderasi juga menghadirkan diskusi mengenai pentingnya moderasi dalam kehidupan berbangsa dan beragama, khususnya di tengah tantangan sosial yang semakin kompleks pada era digital saat ini.

Melalui penandatanganan MoU tersebut, kedua lembaga berharap sinergi yang terbangun dapat memperkuat pembinaan generasi muda yang kritis, inklusif, serta mampu menjadi agen perdamaian di tengah masyarakat. ** (EB)

Kolom Komentar

Suara Pembaca


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Sponsored
Teman Cerita - Bukan Cerita Biasa
Sponsored Content Teman Cerita - Bukan Cerita Biasa
Pasang Iklan
Sponsored
Teman Cerita - Bukan Cerita Biasa
Sponsored Content Teman Cerita - Bukan Cerita Biasa
Pasang Iklan