Pelajar hingga Mahasiswa Ikut Filosi Competition Robotic and Expo 2026 di Kupang

Emanuel Boli
Dilihat 160x
Waktu Baca ± 3 Min
Bagikan Artikel
Pelajar hingga Mahasiswa Ikut  Filosi Competition Robotic and Expo 2026 di Kupang
Mahasiswa Universitas Pertahanan Belu saat menerima piala dan hadiah Filosofi Competition Robotic and Expo 2026 di BPVP Kupang, Jumat (22/5) Kredit: Dok. HighlightNTT/EB

Kupang- Kegiatan Filosi Competition Robotic and Expo 2026 yang diselenggarakan oleh Logosi Institute bersama Satuan Pelayanan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Kupang berlangsung di Aula BPVP Kupang, Jumat (22/05).

Kegiatan tersebut diikuti peserta dari berbagai jenjang pendidikan mulai dari SD, SMP, SMA, perguruan tinggi hingga kategori umum.

Ajang ini menjadi wadah bagi para pelajar dan mahasiswa untuk menampilkan kemampuan di bidang sains, teknologi, engineering, dan matematika.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Timur, Ambrosius Kodo, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Logosi Institute dan PT Filosi yang menggagas kegiatan tersebut

Ia menuturkan, kegiatan robotik dan teknologi menjadi langkah penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di NTT.

“Kami di Dinas Pendidikan bahkan belum melaksanakan kegiatan seperti ini. Karena itu saya memberikan apresiasi tinggi kepada teman-teman dari Logosi Institute yang sudah memberi ruang dan kesempatan bagi pelajar dan mahasiswa untuk menunjukkan kemampuan mereka di bidang sains, teknologi, engineering, dan matematika,” ujarnya.

Dia berkata, NTT memiliki sumber daya alam yang melimpah. Namun, potensi tersebut hanya dapat dikelola secara optimal apabila didukung sumber daya manusia yang berkualitas dan mampu menguasai teknologi.

“Kalau kita tidak memiliki kemampuan dan kualitas sumber daya manusia yang baik, maka sumber daya alam yang kita miliki akan dikelola oleh orang lain,” katanya.

Dalam kesempatan itu, ia juga mendorong para pelajar dan mahasiswa agar tidak takut bermimpi besar serta terus belajar dan berlatih untuk meraih masa depan yang lebih baik.

“Jangan pernah takut bermimpi. Bermimpi dan terus bermimpi. Setelah bermimpi, kalian harus berusaha mewujudkannya dengan cara belajar dan berlatih,” tegasnya.

Ambrosius turut mengingatkan pentingnya Gerakan Jam Belajar Masyarakat yang telah diatur Pemerintah Provinsi NTT melalui Peraturan Gubernur (Pergub).

Menurut dia, kebiasaan belajar di rumah dengan pendampingan orang tua dapat membantu membangun masa depan pendidikan NTT yang lebih baik.

Ia juga mengajak para siswa menghargai peran guru dalam proses pendidikan serta menjadikan teguran sebagai bagian dari pembinaan, bukan untuk dilawan.

“Tugas guru membantu anak-anak memiliki masa depan yang lebih baik. Karena itu, setiap nasihat dan pembinaan harus diterima dengan baik, tentu tanpa kekerasan,” ucapnya.

Di akhir sambutannya, Ambrosius menyampaikan selamat kepada seluruh peserta Filosi Competition Robotic and Expo 2026.

Ia menegaskan bahwa kegagalan dalam kompetisi bukan akhir dari segalanya, melainkan proses menuju keberhasilan.

“Yang belum juara, ini hanya soal waktu. Belajar dari sekarang bahwa kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi dalam membangun kemajuan teknologi dan pendidikan di NTT.

“Cara kerja manusia modern adalah kolaborasi. Siapa yang mampu berkolaborasi dengan baik, maka peluang suksesnya akan semakin besar,” tambahnya.

Sementara itu, Manager Logosi Institute, Virginia Rosa da Silva mengatakan pihaknya ingin membangun ekosistem teknologi di NTT agar generasi muda daerah mampu mandiri di bidang teknologi dan tidak terus bergantung dari luar daerah maupun luar negeri.

“Kami ingin adanya ekosistem teknologi di NTT sehingga kita bisa mandiri di bidang teknologi dan tidak bergantung dari luar,” ujar Virginia, akrab disapa Vivin da Silva.

Da Silva juga memberi motivasi kepada peserta yang belum berhasil meraih juara agar tidak patah semangat.

Ia mengatakan, penilaian lomba dilakukan berdasarkan berbagai indikator, termasuk orisinalitas karya dan analisis pemikiran peserta.

“Jangan kecewa kalau belum juara, karena penilaian dilakukan dari banyak indikator. Salah satu yang dinilai besar adalah orisinalitas karya dan kemampuan berpikir kritis,” jelasnya.

Ia berkata, peserta yang ingin mengetahui detail penilaian dipersilakan berdiskusi langsung dengan dewan juri agar mendapatkan penjelasan secara terbuka dan objektif.

Kegiatan Filosi Competition Robotic and Expo 2026 kemudian dilanjutkan dengan pembagian piala, hadiah, dan penghargaan kepada para pemenang dari tingkat SD, SMP, SMA hingga perguruan tinggi. ** (EB)

Kolom Komentar

Suara Pembaca


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Sponsored
Teman Cerita - Bukan Cerita Biasa
Sponsored Content Teman Cerita - Bukan Cerita Biasa
Pasang Iklan
Sponsored
Teman Cerita - Bukan Cerita Biasa
Sponsored Content Teman Cerita - Bukan Cerita Biasa
Pasang Iklan