Sebut Tiga Tokoh Politik NTT, Ahmad Yohan: Kita Buktikan Bisa dapat Kursi NTT II

Emanuel Boli
Dilihat 332x
Waktu Baca ± 3 Min
Bagikan Artikel
Sebut Tiga Tokoh Politik NTT, Ahmad Yohan: Kita Buktikan Bisa dapat Kursi NTT II
Ketua Umum DPP PAN Zulkifli Hasan hadir di Auditorium Undana untuk melantik Pengurus DPW dan DPD PAN se- NTT, Jumat (15/5) Kredit: Dok. HighlightNTT/EB

Kupang- Ketua DPW PAN NTT, Ahmad Yohan, secara khusus menyebut tiga tokoh politik Nusa Tenggara Timur (NTT), yakni Jefri Riwu Kore, Simon Petrus Kamlasi, dan Jane Natalia Suryanto dalam sambutannya pada acara pelantikan DPW dan DPD PAN se-NTT.

Ketiga tokoh tersebut di atas hadir dalam acara Pelantikan DPW dan DPD PAN se-NTT yang berlangsung di Auditorium Universitas Nusa Cendana, Kupang, Jumat (15/5).

Ketua Ahmad Yohan menyatakan optimismenya bahwa PAN mampu meraih kursi DPR RI dari daerah pemilihan (dapil) NTT II pada Pemilu mendatang.

“Juga hadir di belakang, ada saudara Jefri Riwu Kore, Simon Petrus Kamlasi, Sis Jane Natalia, insyaallah mitos yang mengatakan PAN tidak pernah dapat kursi (DPR RI) dapil dua, insyaallah kita buktikan bisa dapat kursi NTT II,” ujar Ahmad Yohan.

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI itu terus membangun komunikasi dengan penuh persahabatan, dan tidak saling mengancam atau saling menyakiti.

Dalam kesempatan itu, Ahmad Yohan menyampaikan rasa syukur atas antusiasme kader dan relawan yang hadir dalam acara pelantikan tersebut.

“Insyaallah dan Alhamdulillah, yang hadir hari ini datang dengan kesadaran sendiri. Tidak ada mobilisasi, namun semuanya mau hadir karena kita ingin bertemu langsung dengan Ketua Umum,” ucapnya

Bagi Ahmad Yohan, kehadiran ribuan kader membuktikan semangat kebersamaan dan loyalitas kader PAN di NTT.

Dia menyebutkan kapasitas gedung Auditorium Undana yang mencapai sekitar 6.000 orang sebagian besar terisi baik oleh kader-kader PAN.

Ahmad Yohan menegaskan, pelantikan DPW dan seluruh DPD PAN se-NTT oleh Ketua Umum DPP PAN merupakan momen bersejarah bagi PAN di NTT.

“Ini sejarah bagi kami. Selama ini muswil (musyawarah wilayah) sering dilaksanakan, tetapi belum pernah seluruh DPW dan DPD dilantik langsung oleh Ketua Umum di NTT,” ujarnya.

Dalam sambutannya, Ketua Umum DPP PAN Zulkifli Hasan menjelaskan filosofi PAN yang berlambang matahari.

Ia berkata, matahari merupakan simbol kasih sayang yang tidak membedakan suku, agama, maupun golongan.

Ia mengatakan, matahari sebagai lambang PAN memiliki makna memberikan kasih sayang secara sempurna kepada siapa saja tanpa membedakan latar belakang.

“Matahari tidak pernah membedakan kita dari mana, apa sukunya, apa agamanya, apa partainya. Dia memberikan kasih sayang kepada manusia, alam semesta, satwa, dan apa pun. Itulah filosofi Partai Amanat Nasional,” katanya.

Dia menuturkan, PAN terbuka bagi siapa saja yang ingin membangun daerah dan bangsa.“Asal dia membangun NTT dan membangun Indonesia, silakan berjuang bersama-sama. Walaupun kita berbagai suku, agama, kabupaten, dan pulau, tetapi kita satu,” tegasnya.

Hadir dalam kesempatan itu, Gubenur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma, Sekjen DPP PAN Eko Patria, Ketua BM PAN, Sigit Pramono, unsur Forkopimda, pimpinan partai, hingga tokoh agama. ** (EB)

Kolom Komentar

Suara Pembaca


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Sponsored
Teman Cerita - Bukan Cerita Biasa
Sponsored Content Teman Cerita - Bukan Cerita Biasa
Pasang Iklan
Sponsored
Teman Cerita - Bukan Cerita Biasa
Sponsored Content Teman Cerita - Bukan Cerita Biasa
Pasang Iklan