Baru 13 Hari di Malaysia, PMI Asal Belu Meninggal Dunia dan Dipulangkan ke NTT
Kupang- Jenazah Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT), Julio Dos Santos (39), tiba di Kargo Bandara El Tari Kupang,; Senin (8/6/2026) pukul 10.45 WITA menggunakan pesawat Garuda Indonesia GA 456.
Almarhum merupakan warga Kampung Baru, Desa Kenebibi, Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu. Ia meninggalkan seorang istri dan dua orang anak yang masih duduk di bangku sekolah.
"Jadi, jenazah ini yang ke-71 asal NTT yang tiba hari ini," ujar Ujang Agus Sugema, perwakilan Tim Layanan Pemberdayaan BP3MI NTT, Ujang Agus Sugema kepada wartawan di Kargo Bandara El Tari.
Berdasarkan surat yang diterima BP3MI NTT, kata Ujang, penyebab meninggalnya Julio Dos Santos diduga karena penyakit koroner atau sakit jantung.
Selain itu, Ujang mengungkapkan bahwa status keberangkatan almarhum ke Johor, Malaysia dilakukan secara nonprosedural.
"Menurut dari keluarga, ia berangkat ke Kalimantan dulu baru ke Malaysia," katanya.
BP3MI NTT kembali mengingatkan masyarakat yang berencana bekerja di luar negeri agar mengikuti seluruh prosedur yang telah ditetapkan pemerintah guna menjamin perlindungan selama bekerja.
"Kalau dari kami, intinya pemerintah tidak melarang masyarakat, khususnya masyarakat NTT, pergi bekerja ke luar negeri. Namun, kalau bisa sesuai aturan yang berlaku," tutur Ujang.
Ia menambahkan, pekerja migran yang berangkat secara prosedural akan memperoleh perlindungan yang lebih terjamin, mulai dari sebelum keberangkatan, selama bekerja di negara tujuan, hingga setelah bekerja.
Sementara itu, keluarga almarhum, Tuti Haria (34), yang turut menjemput jenazah di Bandara El Tari, mengatakan Julio baru berada di Malaysia selama 13 hari sebelum meninggal dunia.
"Sebelumnya kerja di Kutai Timur, Kalimantan Timur, belum sampai empat bulan. Dia dengan kakaknya ke Kalimantan. Kakaknya tetap di Kutai Timur, dia yang masuk Malaysia," ungkap Tuti.
Di Kargo Bandara El Tari, jenazah disambut oleh lima anggota keluarga yang datang dari Atambua.
Turut hadir dalam kesempatan tersebut perwakilan BP3MI NTT, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi NTT, pihak keluarga, serta Susteran Penyelenggaraan Ilahi.
Suster Laurentina, SDP, yang hadir dalam prosesi penyerahan jenazah menyampaikan belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan dan berharap proses pemulangan jenazah ke kampung halaman berjalan lancar.
Ia juga memimpin doa sebelum jenazah diberangkatkan menuju Desa Kenebibi menggunakan ambulans milik anggota DPR RI Daerah Pemilihan NTT II, Stevano Rizki Adranacus.
Setelah prosesi doa, jenazah kemudian diberangkatkan menuju kampung halamannya untuk dimakamkan oleh keluarga. ** (EB)
Kolom Komentar
Suara Pembaca
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!
Rekomendasi Redaksi
Cari Berita
Trending NTT
Pemda dan DPRD Lembata Bersama IKL Kupang Melayat ke Rumah Duka Alm. Drs. Sinun Petrus Manuk
134 KK Korban Gempa Asal Marapokot, Nagekeo Bertahan dalam Satu Tenda, Kekurangan Air Bersih dan Makanan
Aliansi Indonesia Bangkit NTT Galang Dana untuk Korban Gempa Flores
BRI Peduli Hadir untuk Warga Terdampak Gempa Nagekeo dan Ngada
BP3MI NTT Tangani Pemulangan Jenazah PMI ke-99 Asal Sikumana, 14 Tahun Bekerja di Malaysia
Jenazah Petrus Sinun Manuk Tiba di Kupang, Disambut Keluarga, Kwarcab, dan Kwarda NTT
BRI Peduli Jangkau Pengungsi dan Pasien Terdampak Gempa di Maumere
Pemeriksaan Kesehatan Gratis di Bheramari, Ende, Mahasiswa KKN Unmuh Soroti Jarak dan Biaya Layanan
Lindungi PMI dari Sindikat Narkoba, BP3MI dan BNN NTT Perkuat Sinergi
PMI Asal Kupang Dipulangkan dari Arab Saudi Setelah Berangkat Lewat Jalur Nonprosedural