Bedi Roma: Polemik KSP Swasti Sari Jangan Korbankan Pegawai
Ekonomi, KK- Anggota Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Kopdit Swasti Sari, Agustinus Budi Utomo Gilo Roma, meminta semua pihak yang berbeda pandangan dalam polemik koperasi tersebut mengesampingkan kepentingan masing-masing.
Ia meminta kepentingan dan nasib para pegawai menjadi perhatian utama agar mereka tidak menjadi korban akibat konflik internal koperasi.
Pria yang akrab disapa Bedi Roma itu mengatakan KSP Swasti Sari memiliki sejumlah besar pegawai yang menggantungkan kehidupan dan keluarganya dari pekerjaan di koperasi tersebut.
Oleh karena itu, ia mengingatkan agar polemik tidak dibiarkan berkepanjangan hingga menimbulkan ketidakpastian bagi anggota maupun pekerja.
"Mereka adalah buruh yang juga memiliki tanggung jawab hidup kepada keluarga. Jika terjadi sesuatu terhadap koperasi ini, bagaimana nasib mereka?" ujar Bedi kepada HighlightNTT, Rabu, 9 September 2026.
Menurut Bedi, polemik yang berkepanjangan (terkait dualisme pengurus dan pengawas, - red) hanya akan menguras energi koperasi sebesar Swasti Sari.
Ia menilai Rapat Anggota Luar Biasa (RALB) bukan solusi untuk menyelesaikan persoalan yang sedang terjadi, melainkan berpotensi memperkeruh suasana dan mengganggu kenyamanan serta perkembangan koperasi ke depan.
"Memang secara aturan boleh, tapi juga harus mempertimbangkan dampak bagi semua anggota," kata Bedi, peserta pra-RAT KSP Swasti Sari Tahun 2026.
Bedi mempertanyakan siapa yang akan bertanggung jawab terhadap nasib para pekerja apabila polemik tersebut berlanjut dan kemudian berdampak terhadap keberlangsungan KSP Swasti Sari.
Selain nasib pekerja, ia mengatakan polemik yang berlarut-larut juga dapat memengaruhi tingkat kepercayaan anggota terhadap koperasi.
Bedi Roma menegaskan bahwa persoalan tersebut perlu segera diselesaikan agar tidak berdampak lebih luas terhadap pekerja maupun kepercayaan anggota.
"Jadi, sebagai anggota kami berharap segera selesaikan persoalan ini agar tidak berefek kepada nasib para pekerja dan kepercayaan anggota. Banyak orang menyimpan dan menabung di koperasi itu," imbuh Bedi.
Ia kembali meminta seluruh pihak yang sedang berbeda pandangan terkait polemik KSP Swasti Sari untuk menanggalkan kepentingan apa pun dan mengutamakan kepentingan bersama.
Keberlangsungan koperasi dan nasib para pekerja, tambah dia, harus menjadi pertimbangan utama dalam setiap langkah penyelesaian persoalan.
Untuk diketahui, polemik KSP Swasti Sari saat ini ditandai dengan munculnya dua kepengurusan dan pengawas. Kubu Wilhelmus Geri berdasarkan hasil Rapat Anggota Tahunan (RAT), sedangkan kubu Yohanes Sason Helan kepengurusan berdasarkan RALB.
Kedua kubu juga saling melaporkan persoalan tersebut kepada kepolisian. Mereka sama-sama mengklaim memiliki dasar yang sah terkait kepengurusan dan pengawas KSP Koperasi Kredit (Kopdit) Swasti Sari. **(VH)
Kolom Komentar
Suara Pembaca
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!
Rekomendasi Redaksi
Cari Berita
Trending NTT
Mediasi Swasti Sari Buntu, Bildad Thonak Pertanyakan Netralitas Kementerian dan Pemprov NTT
Terhambatnya Pasokan dan Kendala Teknis Picu Antrean Panjang BBM di Ruteng
ESDM NTT: Antrean BBM di Kupang Bukan karena Pengurangan Kuota
Bulog Waikabubak Siapkan Bantuan Pangan untuk 3 Kabupaten di Sumba
Antrean BBM Terjadi Setiap Pagi di Sejumlah SPBU Sumba Barat Daya
Nyaman dan Strategis, Bupati TTU Dorong Hotel Sasando jadi Pilihan Menginap ASN di Kupang
Dinas Peternakan NTT Kendalikan Pengeluaran Ternak Melalui Kuota
Undana Dorong Pengembangan Kawasan Perdagangan Bebas di Perbatasan Indonesia - Timor Leste
Bedah #RESET INDONESIA di Kupang, Dandhy Laksono: Setelah 81 Tahun Kemerdekaan, Kesenjangan Ekonomi Masih Ada
KUR BRI Bantu Hana Pertahankan Usaha Kantin di Tengah Persaingan, Kini Punya 2 Pekerja