Sponsored
HUT RI ke-81
Sponsored Content HUT RI ke-81
Pasang Iklan

Bupati Lembata: Sinun Petrus Manuk, Sosok Pemersatu Lewo-Leu Auq, dan Pekerja Keras

Emanuel Boli
Dilihat 125x
Waktu Baca ± 5 Min
Bagikan Artikel
Bupati Lembata: Sinun Petrus Manuk, Sosok Pemersatu Lewo-Leu Auq, dan Pekerja Keras
Bupati Lembata, Petrus Kanisius Tuaq, saat menjadi inspektur upacara pemakaman almarhum Drs. Sinun Petrus Manuk di rumah duka, Jalan Thamrin, Oepoi, Kelurahan Kayu Putih, Kota Kupang, Rabu, 19 Agustus 2026 siang. Kredit: Dok. HighlightNTT/EB

Kota Kupang- Bupati Lembata, Petrus Kanisius Tuaq, menjadi inspektur upacara pemakaman almarhum Drs. Sinun Petrus Manuk di rumah duka, Jalan Thamrin, Oepoi, Kelurahan Kayu Putih, Kota Kupang, Rabu, 19 Agustus 2026 siang.

Dalam upacara tersebut, Bupati Kanisius Tuaq menyebut Sinun Petrus Manuk sebagai sosok pemersatu Lewo, Leu Auq Lembata, pekerja keras, totalitas dalam pengabdian, serta pribadi yang periang.

"Hari ini kami datang dari Lembata, bukan sekadar untuk menghadiri sebuah upacara pemakaman. Namun, kami datang untuk menghantar seorang pemimpin, putra Lembata, sosok pemersatu 'lewo', pemersatu 'leu auq', pekerja keras, totalitas, periang. Dia adalah almarhum Drs. Sinun Petrus Manuk yang sepanjang hidupnya memilih jalan pengabdian," kata Bupati Kanis Tuaq dalam sambutannya.

Drs. Sinun Petrus Manuk diketahui mengabdi sebagai birokrat di Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur dan dipercaya menduduki berbagai jabatan. Ia kemudian mendapat amanah sebagai Penjabat Bupati Lembata periode 2016-2017.

Bupati Kanis Tuaq menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi NTT yang telah memberikan kepercayaan kepada Sinun Petrus Manuk untuk memimpin Kabupaten Lembata sekaligus menduduki sejumlah jabatan strategis di tingkat provinsi.

"Terima kasih Pemerintah Provinsi NTT yang telah memberi amanah terhadap almarhum memimpin Lembata dan jabatan strategis di Provinsi NTT. Saya atas nama Pemerintah dan seluruh masyarakat Lembata ikut bangga dan memberi hormat setinggi-tingginya kepada Pemerintah Provinsi NTT," ujar dia.

Dia menuturkan, meski masa kepemimpinan Sinun Petrus Manuk sebagai Penjabat Bupati Lembata berlangsung singkat, terdapat sejumlah kebijakan penting yang diambil. Salah satunya adalah penyelenggaraan Hari Nusantara (Harnus) tahun 2016.

"Walau begitu singkat, saat menjadi penjabat, kebijakan besar yang beliau ambil salah satunya yakni menyelenggarakan Hari Nusantara (Harnus) tahun 2016," kata Kanis Tuaq, mantan Kepala Dinas Pertanian Lembata.

Dalam kesempatan itu, dia juga mengenang perjalanan pengabdian Sinun Petrus Manuk setelah pensiun sebagai aparatur sipil negara (ASN). Setelah pensiun, almarhum masih dipercaya memimpin Gerakan Pramuka di Provinsi NTT hingga periode 2030.

"Karena itu, perjalanan hidup beliau mengajarkan kepada kita: pensiun dari jabatan bukan berarti pensiun dari pengabdian," imbuh Kanisius.

Bupati Kanisius juga mengingat pesan yang pernah disampaikan Sinun Petrus Manuk kepadanya saat dirinya menjabat sebagai Bupati Lembata.

Bahkan, waktu itu, almarhum masih sempat memberikan ucapan selamat atas HUT ke-26 otonomi daerah kepada Bupati Lembata.

"Banyak tantangan, banyak kritikan, mungkin juga banyak hujatan. Tapi Bapak adalah Bupati Lembata, pembesar di Lewotana ini. Baik di atas tanah, di bawah tanah, baik siang maupun malam saat beraktivitas, semua mendoakan Ama. Semoga saat melangkah kaki tidak terantuk apa pun dan tangan diberikan untuk melayani ribu ratu. Saya mendukungmu penuh dari hati yang paling dalam. Engkau yang terbaik," demikian pesan almarhum yang dikenang Kanis Tuaq.

Di hadapan keluarga dan para pelayat, Kanisius mengatakan terdapat perjalanan yang terasa mengharukan dalam hubungan pengabdian antara dirinya dengan Sinun Petrus Manuk. Menurut dia, dahulu Sinun Petrus Manuk datang ke Lembata membawa amanah sebagai pemimpin.

Kini, pemerintah dan masyarakat Lembata datang ke rumah duka untuk menghantar almarhum menuju tempat peristirahatan terakhir.

"Saya masih ingat betul di hari terakhir masa penjabat di Lembata 2016-2017. Saya hadir di ruangan untuk berpamitan karena Bapak juga kembali mengabdi di provinsi. Di ruangan yang sama, hari ini 'ribu ratu' mengantar saya dan Pak Wakil memimpin Lembata. Saat itu kita berpamitan karena pengabdian, namun hari ini kita berpamitan untuk selamanya," kenang Kanis Tuaq.

Sebagai Bupati Lembata, Kanisius mengatakan dirinya merasa terhormat dapat berdiri sebagai inspektur upacara pemakaman, mewakili pemerintah, baik Pemerintah Provinsi NTT, Pemerintah Kabupaten Lembata, maupun masyarakat Lembata.

"Sebagai Bupati Lembata, saya merasa terhormat dapat berdiri di sini sebagai Inspektur Upacara, mewakili pemerintah, baik Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten Lembata serta masyarakat 'ribu ratu, lewo tanah, leu auq' Lembata," katanya.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada almarhum Sinun Petrus Manuk beserta istri dan anak-anak yang selama ini telah menyatu dengan masyarakat Lembata.

"Terima kasih, Bapak Sinun, atas pengabdian Bapak. Terima kasih istri dan anak-anak yang telah bersama, menyatu dengan 'ribu ratu' Lembata. Bapak telah meninggalkan jabatan, tetapi tidak meninggalkan jejak. Bapak telah meninggalkan dunia, tetapi tidak meninggalkan kenangan," tutur Kanisius.

Ia berkata, meski Lembata secara geografis jauh dari Kota Kupang, hati masyarakat Lembata pada hari itu berada di rumah duka untuk memberikan penghormatan terakhir kepada Sinun Petrus Manuk.

Ia kemudian menyampaikan pesan terakhir atas nama Pemerintah dan masyarakat Lembata. "Kami datang untuk berkata: Selamat jalan, Bapak almarhum Sinun Petrus Manuk. Pana ma'an sare-sare. Pemerintah dan masyarakat Lembata, baik di Lembata, di Kupang dan di mana saja, kami menerima Bapak Sinun Petrus Manuk kembali dalam kenangan, menghormati pengabdian dan mengiringi Bapak dengan doa," pungkasnya.

Upacara pemakaman tersebut dihadiri perwakilan Gubernur dan Wakil Gubernur NTT, Wakil Ketua dan segenap pengurus Gerakan Pramuka Kwartir Daerah serta Kwartir Cabang yang sempat hadir.

Turut hadir Wakil Bupati Lembata bersama Ibu, Wakil Bupati Lembata periode 2011-2016 Viktor Mado Watun, Bupati Lembata periode 2021-2022 Thomas Ola Langoday, Penjabat Bupati Lembata periode 2022-2023 Marsianus Jawa.

Selain itu, hadir Ketua DPRD Kabupaten Lembata bersama pimpinan DPRD Kabupaten Lembata, Sekretaris Daerah Kabupaten Lembata Paskalis Ola Tapo Bali bersama Ibu, pimpinan OPD lingkup Pemerintah Kabupaten Lembata, Ikatan Keluarga Lembata (IKL) Kupang, serta para undangan dan pelayat. ** (EB)

Reaksi Pembaca:

Kolom Komentar

Suara Pembaca


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Sponsored
Teman Cerita - Bukan Cerita Biasa
Sponsored Content Teman Cerita - Bukan Cerita Biasa
Pasang Iklan
Sponsored
Teman Cerita - Bukan Cerita Biasa
Sponsored Content Teman Cerita - Bukan Cerita Biasa
Pasang Iklan