Dolfus Tuames: Golo Mori Punya Potensi Besar untuk Habitat Komodo dan Wisata Berkelanjutan
Mabar- Kepala Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Benain Noelmina, Kludolfus Tuames mengungkapkan upaya pengembangan habitat komodo di luar kawasan Taman Nasional Komodo (TNK) terus didorong sebagai langkah strategis menciptakan destinasi wisata alternatif yang berkelanjutan.
“Kawasan yang berada di ujung barat Pulau Flores dan berhadapan langsung dengan Pulau Rinca itu dinilai memiliki potensi besar untuk pengembangan habitat komodo di luar kawasan hutan konservasi,” kata Kludolfus kepada wartawan dalam keterangannya, Selasa (17/5).
Pria akrab disapa Dolfus Tuames mendampingi Wakil Menteri Kehutanan, Rohmat Marzuki, ke kawasan ITDC Golo Mori, Kabupaten Manggarai Barat, beberapa waktu lalu.
Dia mengatakan, di Golo Mori sudah terdapat komodo yang hidup di luar kawasan hutan. Ini menjadi potensi besar untuk dikembangkan sebagai habitat alternatif sekaligus destinasi wisata baru,” ujarnya.
Menurut Dolfus, pengembangan kawasan Golo Mori sebagai habitat komodo diharapkan dapat mengurangi tekanan kunjungan wisatawan yang terus meningkat di Taman Nasional Komodo.
Selain itu, lanjut dia, langkah ini juga bertujuan menciptakan pemerataan destinasi wisata di Manggarai Barat agar lebih berkelanjutan.
Ia mengatakan, sebagai bentuk dukungan konkret, BPDAS Benain Noelmina akan berkontribusi melalui kegiatan rehabilitasi lahan dengan penanaman pohon di kawasan tersebut.
Penanaman ini bertujuan menghadirkan ekosistem yang mampu menarik satwa lain sebagai bagian dari rantai makanan komodo.
“Penanaman pohon ini penting untuk mendukung keseimbangan ekosistem. Kehadiran satwa lain akan menjadi bagian dari rantai makanan komodo, sehingga habitatnya bisa terbentuk secara alami,” jelasnya.
Ke depan, kawasan Golo Mori diharapkan tidak hanya menawarkan panorama alam yang indah, tetapi juga memberikan pengalaman unik bagi wisatawan untuk melihat komodo tanpa harus masuk ke kawasan Taman Nasional Komodo.
“Harapannya, wisatawan bisa menikmati keindahan Golo Mori sekaligus melihat komodo secara langsung. Ini akan menjadi daya tarik baru yang memperkaya pilihan destinasi wisata di NTT,” pungkas Dolfus.
Pengembangan ini juga sejalan dengan konsep pariwisata berkelanjutan yang mengedepankan keseimbangan antara konservasi alam dan peningkatan ekonomi masyarakat lokal. ** (EB)
Kolom Komentar
Suara Pembaca
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!
Rekomendasi Redaksi
Cari Berita
Trending NTT
FMN Desak Presiden Prabowo Tetapkan Gempa Flores sebagai Bencana Nasional
Gempa Guncang Flores, Kakanwil Ditjenpas NTT Siapkan Relokasi 171 WBP Rutan Ruteng ke Bajawa
Gempa M 7,7 Guncang Flores, Gubernur NTT Koordinasi dengan Kepala BNPB hingga Sejumlah Menteri
Tim Kuasa Hukum 3 Anggota DPRD TTU Hadirkan Ahli Psikologi Forensik di Polda NTT
Soal Rp330 Juta, Ishak Rihi Minta Damai, Kuasa Hukum Bildad Pilih Proses Hukum
Desa Waiburak dan Narasaosina Berdamai, Ritual Adat Lepan Dopi Ledan Gala Digelar
KKJ NTT dan AJI Kupang Minta Pemberitaan Kasus Bildad Thonak Berbasis Verifikasi
Penyidikan Kasus Dokter Icha, Terlapor akan Diperiksa Lagi Setelah Hasil Gelar Perkara
Kasus Dokter Icha, Ahli Toksinologi Jawab Lebih dari 30 Pertanyaan Penyidik Polda NTT
Besok, Polda NTT Minta Keterangan Dokter Tri Maharani sebagai Saksi Ahli dalam Kasus Dokter Icha Pakaenoni