DPC PMKRI Kupang Resmi Dilantik, Yuni Tefa Serukan Pembenahan Internal dan Keberpihakan kepada Kaum Tertindas

Redaksi HighlightNTT
Dilihat 94x
Waktu Baca ± 4 Min
Bagikan Artikel
DPC PMKRI Kupang Resmi Dilantik, Yuni Tefa Serukan Pembenahan Internal dan Keberpihakan kepada Kaum Tertindas
Pose bersama DPC PMKRI Kupang Periode 2026/2027 usai dilantik di Aula SLB Kupang, Kamis, 5 November 2026 Kredit: Istimewa

Kupang, Highlight NTT- Ketua Presidium Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Kupang St. Fransiskus Xaverius, Clara Yunita Tefa, mengajak seluruh kader memperbarui semangat persaudaraan, membenahi organisasi, dan memperkuat keberpihakan kepada masyarakat tertindas.

Ajakan itu disampaikan dalam pelantikan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PMKRI Cabang Kupang periode 2026/2027 di Aula SLB Kupang, Kamis, 5 November 2026.

Pelantikan diawali dengan Perayaan Ekaristi yang dipimpin Pastor Moderator PMKRI Cabang Kupang, Romo Hironimus Taolin, Pr.

Dalam sambutannya, Yuni Tefa mengangkat tema “Terlahir Kembali” sebagai refleksi perjalanan sejak awal pencalonan hingga pelantikannya sebagai Ketua Presidium.

Ia berharap tema tersebut mendorong seluruh kader PMKRI untuk berani berbenah, berubah, dan memperbarui diri, baik secara personal maupun organisatoris.

Ia juga menyoroti situasi bangsa yang semakin kompleks, mulai dari ketidakpastian sosial-ekonomi, dinamika politik yang kian memanas, hingga berbagai persoalan ketidakadilan.

Dalam situasi itu, ia menegaskan bahwa kader PMKRI dituntut tidak tinggal diam, tetapi hadir sebagai garda terdepan dalam membela kelompok tertindas.

"Pentingnya menghidupi prinsip Preferential Option for the Poor atau keberpihakan kepada kaum miskin," tegas Yuni dalam pidatonya.

Prinsip tersebut, menurut dia, harus diwujudkan melalui tindakan nyata dalam menghadapi persoalan sosial, ekonomi, dan politik, terutama yang menyangkut kelompok paling lemah dan terpinggirkan.

Namun, sebelum memperluas perjuangan ke tengah masyarakat, Clara Yunita menilai pembenahan internal organisasi menjadi pekerjaan mendasar.

Pembenahan itu, sebut dia, mencakup hubungan antarkader, anggota aktif, fungsionaris, serta komunikasi dengan para senior dan alumni.

“Bagi saya, PMKRI adalah pohon yang sejuk bagi banyak orang untuk berlindung. Karena itu, jangan biarkan pohon ini menjadi gersang," kata Yuni.

"Gersang karena kurang perhatian, karena saling sikut-menyikut, serta karena hilangnya kepekaan dan semangat fraternitas,” lanjut dia.

Ia mengajak seluruh kader, fungsionaris, senior, dan alumni kembali menyatukan semangat, memperkuat persaudaraan, serta membangun kesadaran kolektif demi kemajuan PMKRI Cabang Kupang.

Pastor Moderator Tekankan Kerja Nyata dan Kedisiplinan

Pastor Moderator PMKRI Cabang Kupang, Romo Hironimus Taolin, Pr., mengingatkan pengurus yang baru dilantik agar menerjemahkan jabatan dan tanggung jawab organisasi ke dalam kerja nyata.

Ia meminta setiap presidium sekurang-kurangnya melaksanakan satu kegiatan sebagai bentuk pertanggungjawaban atas kepercayaan yang telah diberikan.

Menurut dia, kepengurusan atau DPC yang barusan dilantik tidak boleh berhenti pada pembentukan struktur dan pencantuman nama dalam jabatan.

"Setiap presidium harus mampu menjalankan program konkret yang memberikan dampak bagi organisasi," ujar Romo Hironimus.

Selain itu, kata dia, kedisiplinan seluruh anggota aktif, terutama dalam mengikuti agenda dan menjalankan tanggung jawab organisasi, perlu menjadi perhatian.

Romo Hironimus juga mendorong PMKRI Cabang Kupang memperkuat kolaborasi dengan seluruh elemen Cipayung di Kota Kupang, organisasi kepemudaan (OKP) lokal, serta Keluarga Mahasiswa Katolik (KMK).

Kolaborasi tersebut, kata dia,  penting untuk memperkuat gerakan bersama dalam memperjuangkan keadilan dan menyuarakan kepentingan masyarakat yang mengalami ketidakadilan.

Pembangunan Marga Juang dan Kedewasaan Kader

Ketua demisioner PMKRI Cabang Kupang, Apolinaris Mau, berharap kepengurusan baru melanjutkan pembenahan organisasi melalui kerja nyata. Salah satu agenda yang ia dorong adalah pembangunan sekretariat atau Marga Juang PMKRI Kupang.

Ia mengatakan pembangunan Marga Juang perlu menjadi perhatian serius pengurus baru sebagai bagian dari upaya memperkuat keberadaan, identitas, dan ruang perjuangan PMKRI Cabang Kupang.

Sementara itu, Ketua GMNI Cabang Kupang, Jaqson Markus, mengingatkan pentingnya menjaga semangat kolaborasi antarorganisasi Cipayung.

Ia berharap PMKRI terus membangun komunikasi dan kerja sama dengan organisasi Cipayung lainnya, OKP lokal, serta KMK dalam merespons berbagai persoalan sosial dan memperjuangkan keadilan.

Pesan mengenai pembinaan kader juga disampaikan Iqnas Jani Jadi yang mewakili senior dan alumni PMKRI Cabang Kupang. Ia mengingatkan setiap kader agar menunjukkan kedewasaan dalam menjalani dinamika organisasi.

Menurut dia, PMKRI merupakan wadah pembentukan dan pencetakan kader. Karena itu, setiap anggota harus menjadikan dinamika organisasi sebagai ruang pembelajaran untuk membangun karakter, kedewasaan berpikir, dan tanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Dewan Pertimbangan PMKRI Cabang Kupang, Aloysius Min, mempertegas pentingnya kedisiplinan, khususnya ketepatan waktu dalam setiap kegiatan organisasi.

Baginya, disiplin waktu tidak hanya persoalan teknis, melainkan bagian dari tanggung jawab organisasi yang berpengaruh langsung terhadap proses pembinaan dan kaderisasi.

"Keterlambatan pelaksanaan kegiatan dapat menghambat proses kaderisasi maupun agenda penting organisasi," tegas Alo Min.

Oleh karena itu, Aloysius berharap seluruh pengurus dan anggota aktif membangun budaya disiplin, menghargai waktu, serta menjalankan setiap agenda organisasi secara bertanggung jawab. **(RHLNTT01)

Reaksi Pembaca:

Kolom Komentar

Suara Pembaca


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Sponsored
Teman Cerita - Bukan Cerita Biasa
Sponsored Content Teman Cerita - Bukan Cerita Biasa
Pasang Iklan
Sponsored
Teman Cerita - Bukan Cerita Biasa
Sponsored Content Teman Cerita - Bukan Cerita Biasa
Pasang Iklan