FGD Digitalisasi Cagar Budaya Kampung Adat Kewar, Upaya Merawat Warisan Leluhur di Era Digital
Belu– Tim peneliti yang diketuai oleh Yohanes Payong, S.Kom., M.T. menggelar Forum Group Discussion (FGD) bertema “Digitalisasi Cagar Budaya untuk Meningkatkan Pemahaman dan Pelestarian Cagar Budaya Kampung Adat Kewar” di Kampung Adat Kewar, Kecamatan Lamaknen, Kabupaten Belu, Sabtu, 20 Juni 2026.
Kegiatan tersebut bertujuan menghimpun berbagai perspektif dan masukan dari masyarakat, tokoh adat, akademisi, serta pemangku kepentingan terkait upaya pelestarian warisan budaya melalui pemanfaatan teknologi digital.
FGD tersebut menjadi wadah diskusi mengenai pentingnya menjaga keberlangsungan nilai-nilai budaya yang diwariskan secara turun-temurun.
Di tengah perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat, digitalisasi dinilai sebagai salah satu strategi efektif untuk mendokumentasikan, mempromosikan, dan melestarikan berbagai aset budaya yang dimiliki masyarakat adat.
Yohanes Payong mengatakan digitalisasi cagar budaya tidak hanya berfungsi sebagai media dokumentasi, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi generasi muda agar lebih mengenal dan mencintai warisan budaya daerahnya.
“Melalui digitalisasi, berbagai informasi mengenai sejarah, tradisi, arsitektur, artefak, serta nilai-nilai budaya yang ada di Kampung Adat Kewar dapat diakses secara lebih luas,” kata Yohanes kepada HighlightNTT, Rabu (23/6).
Ia berkata, pemanfaatan teknologi digital dapat memperluas jangkauan informasi budaya sehingga upaya pelestarian tidak hanya menjadi tanggung jawab masyarakat adat, tetapi juga seluruh elemen masyarakat.
Dalam diskusi tersebut, peserta menyampaikan berbagai masukan terkait kondisi aktual cagar budaya di Kampung Adat Kewar, tantangan pelestarian yang dihadapi, serta peluang pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung konservasi budaya.
Sejumlah bentuk digitalisasi yang dibahas meliputi pembuatan basis data digital, dokumentasi foto dan video, pemetaan lokasi berbasis teknologi, hingga pengembangan platform informasi yang dapat diakses masyarakat luas.
Tokoh adat yang hadir menyambut baik inisiatif penelitian tersebut karena dinilai mampu membantu mendokumentasikan berbagai pengetahuan lokal yang selama ini diwariskan secara lisan.
Selain itu, digitalisasi juga diharapkan menjadi sarana promosi budaya yang dapat menarik minat generasi muda maupun wisatawan untuk mengenal lebih jauh Kampung Adat Kewar.
Kegiatan FGD ini merupakan bagian dari rangkaian penelitian yang bertujuan menghasilkan model digitalisasi cagar budaya yang berkelanjutan dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat.
Hasil diskusi akan menjadi bahan penting dalam penyusunan rekomendasi serta pengembangan sistem digital yang mendukung pelestarian cagar budaya Kampung Adat Kewar.
Melalui kolaborasi antara peneliti, masyarakat adat, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya, upaya digitalisasi cagar budaya diharapkan dapat menjadi langkah strategis dalam menjaga keberlanjutan warisan budaya lokal sekaligus memperkuat identitas budaya masyarakat Kampung Adat Kewar di era digital. ** (EM)
Kolom Komentar
Suara Pembaca
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!
Rekomendasi Redaksi
Cari Berita
Trending NTT
Pemda dan DPRD Lembata Bersama IKL Kupang Melayat ke Rumah Duka Alm. Drs. Sinun Petrus Manuk
134 KK Korban Gempa Asal Marapokot, Nagekeo Bertahan dalam Satu Tenda, Kekurangan Air Bersih dan Makanan
Aliansi Indonesia Bangkit NTT Galang Dana untuk Korban Gempa Flores
BRI Peduli Hadir untuk Warga Terdampak Gempa Nagekeo dan Ngada
BP3MI NTT Tangani Pemulangan Jenazah PMI ke-99 Asal Sikumana, 14 Tahun Bekerja di Malaysia
Jenazah Petrus Sinun Manuk Tiba di Kupang, Disambut Keluarga, Kwarcab, dan Kwarda NTT
BRI Peduli Jangkau Pengungsi dan Pasien Terdampak Gempa di Maumere
Pemeriksaan Kesehatan Gratis di Bheramari, Ende, Mahasiswa KKN Unmuh Soroti Jarak dan Biaya Layanan
Lindungi PMI dari Sindikat Narkoba, BP3MI dan BNN NTT Perkuat Sinergi
PMI Asal Kupang Dipulangkan dari Arab Saudi Setelah Berangkat Lewat Jalur Nonprosedural