Mahasiswa Kabupaten Kupang Kawal Tuntutan Infrastruktur Amfoang

Emanuel Boli
Dilihat 398x
Waktu Baca ± 3 Min
Bagikan Artikel
Mahasiswa Kabupaten Kupang Kawal Tuntutan Infrastruktur Amfoang
Asten Alfensus Bait (Ketua Permaskku Periode 2026-2028) Kredit: Dok. HighlightNTT/EB

Kupang- Ketua Perhimpunan Mahasiswa Kabupaten Kupang (Permaskku), Asten Alfensus Bait, menanggapi pernyataan Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena terkait proses perbaikan infrastruktur di wilayah Amfoang yang kini sedang dibahas pemerintah pusat.

Asten mengatakan, langkah tersebut merupakan tindak lanjut atas berbagai keluhan masyarakat yang selama ini disuarakan mahasiswa dan warga Amfoang.

“Kalau dari kami Mahasiswa Kabupaten Kupang, terkait dengan pernyataan yang telah disampaikan, itu adalah bagian dari tindak lanjut pemerintah pusat dan daerah terkait keluhan kami masyarakat,” ujar Asten Bait saat dikonfirmasi di Kota Kupang, Sabtu, 30 Mei 2026.

Ia meminta Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur dan Pemerintah Kabupaten Kupang agar menjadikan Amfoang sebagai salah satu prioritas pembangunan di NTT pada tahun ini.

Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Kristen Kupang itu kembali menegaskan sejumlah tuntutan yang sebelumnya telah disampaikan mahasiswa kepada pemerintah daerah maupun pemerintah provinsi.

Tuntutan tersebut mencakup pembangunan jalan dan jembatan, menghadirkan SPBU di wilayah Amfoang, serta mengaktifkan kembali Rumah Sakit Pratama Amfoang.

“Selama ini juga kembali lagi saya sampaikan terkait poin-poin tuntutan kami yang telah kami sampaikan kepada Pemprov dan pemerintah daerah seperti pembangunan jalan, jembatan, dan menghadirkan SPBU di Amfoang serta Rumah Sakit Pratama Amfoang untuk diaktifkan,” lanjutnya.

Pemerintah pusat maupun pemerintah daerah saat ini, kata dia, telah melihat dan mendengar langsung kondisi masyarakat Amfoang yang selama bertahun-tahun mengalami keterbatasan infrastruktur dan pelayanan dasar.

“Bagi saya sudah cukup jelas karena selain kami sampaikan, pemerintah pusat dan juga daerah telah melihat, mendengar, serta merasakan secara langsung tangisan kami, sehingga dengan penuh keyakinan akan segera ditindaklanjuti,” ujarnya.

Ia berharap seluruh tuntutan masyarakat dapat segera direalisasikan karena hal tersebut merupakan kebutuhan mendasar warga Amfoang yang telah lama dinantikan.

Asten Bait memastikan mahasiswa Kabupaten Kupang akan terus mengawal seluruh proses pembangunan hingga masyarakat benar-benar merasakan perhatian pemerintah melalui terealisasinya berbagai tuntutan tersebut.

“Saya juga pastikan bahwa semua proses ini akan kami kawal hingga masyarakat benar-benar merasakan perhatian atau sentuhan tangan dari pemerintah dengan terealisasinya tuntutan kami itu,” pungkasnya.

Sebelumnya, Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena memastikan usulan perbaikan infrastruktur di wilayah Amfoang dan sejumlah jalan lintas provinsi lainnya telah masuk dalam proses pembahasan di pemerintah pusat.

Percepatan pembangunan tersebut didorong langsung melalui arahan Wakil Presiden Republik Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Emanuel Melkiades Laka Lena usai kunjungan kerja Wakil Presiden RI ke wilayah Amfoang, Kabupaten Kupang pada Jumat, 22 Mei 2026 lalu.

“Kami dari provinsi sudah masukan usulan sesuai dengan mekanisme yang bisa untuk dilakukan dalam mempercepat proses pembangunan. Dan saat ini melalui proses yang kami sudah ikuti arahan dari Setwapres, karena dari pak wakil presiden sendiri,” ujar Laka Lena di Kantor Gubernur NTT, Jumat (29/5/2026).

Ia mengatakan, saat ini seluruh usulan masih dalam proses di pemerintah pusat dan diharapkan segera mendapat respons agar pembangunan dapat dimulai tahun ini.

“Sekarang masih berproses di pusat, mudah-mudahan cepat bisa direspon dalam waktu dekat ini. Mudah-mudahan dalam tahun ini sudah bisa dibangun,” kata politisi Partai Golkar tersebut. **(EB)

Kolom Komentar

Suara Pembaca


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Sponsored
Teman Cerita - Bukan Cerita Biasa
Sponsored Content Teman Cerita - Bukan Cerita Biasa
Pasang Iklan
Sponsored
Teman Cerita - Bukan Cerita Biasa
Sponsored Content Teman Cerita - Bukan Cerita Biasa
Pasang Iklan