Mengapa Rabies di NTT Susah Hilang?
Kasus rabies di Provinsi NTT terus muncul setiap tahun. Namun, pembicaraan soal penyakit yang menular lewat hewan seperti anjing ini hanya ramai dibicarakan ketika ada korban nyawa.
Demikian pula langkah yang dilakukan pemerintah terkesan menunggu adanya kasus dan korban nyawa akibat gigitan dan penularan penyakit rabies tahun demi tahun. Padahal Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Pertanian dan Kementerian Kesehatan, telah menargetkan status bebas rabies pada tahun 2030.
Lantas bagaimana dengan Provinsi NTT, khususnya wilayah endemik di Flores-Lembata? Mengapa setiap tahun masih terjadi kasus dan korban nyawa?
Selengkapnya di YouTube Channel Teman Cerita https://www.youtube.com/watch?v=9CwBlppekm8&t
Kolom Komentar
Suara Pembaca
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!
Video Terkait Artikel
Tonton ulasan selengkapnya
Rekomendasi Redaksi
Cari Berita
Trending NTT
Pemda dan DPRD Lembata Bersama IKL Kupang Melayat ke Rumah Duka Alm. Drs. Sinun Petrus Manuk
134 KK Korban Gempa Asal Marapokot, Nagekeo Bertahan dalam Satu Tenda, Kekurangan Air Bersih dan Makanan
Aliansi Indonesia Bangkit NTT Galang Dana untuk Korban Gempa Flores
BRI Peduli Hadir untuk Warga Terdampak Gempa Nagekeo dan Ngada
BP3MI NTT Tangani Pemulangan Jenazah PMI ke-99 Asal Sikumana, 14 Tahun Bekerja di Malaysia
Jenazah Petrus Sinun Manuk Tiba di Kupang, Disambut Keluarga, Kwarcab, dan Kwarda NTT
BRI Peduli Jangkau Pengungsi dan Pasien Terdampak Gempa di Maumere
Pemeriksaan Kesehatan Gratis di Bheramari, Ende, Mahasiswa KKN Unmuh Soroti Jarak dan Biaya Layanan
Lindungi PMI dari Sindikat Narkoba, BP3MI dan BNN NTT Perkuat Sinergi
PMI Asal Kupang Dipulangkan dari Arab Saudi Setelah Berangkat Lewat Jalur Nonprosedural