NTT SASARAN EMPUK: MENGAPA KITA MASIH GAGAL MEMUTUS RANTAI PERDAGANGAN ORANG?
Kupang - Provinsi Nusa Tenggara Timur masih menjadi daerah yang disebut-sebut paling marak mengalami kasus perdagangan orang, bahkan dikenal sebagai wilayah daerah sumber banyak korban.
Ini berlangsung lama dan menjadi litani tahunan bak benang basah yang sulit diurai. Padahal kita memiliki perangkat hukum yang jelas, aparat penegak hukum yang memadai hingga tim bentukan seperti satgas.
Ada apa dengan NTT kita? Apakah praktek perdagangan orang sudah menyusup masuk dalam celah sistem sosial, masuk dalam relasi kuasa di daerah, hingga diam-diam membangun jaringan yang kuat seolah-olah menjadi bagian dari mekanisme kehidupan modern?
Bersama Aktivis Kemanusiaan sekaligus Tokoh Agama Pdt. Emmy Sahertian, kita kupas prahara Perdagangan Orang di Nusa Tenggara Timur ini.
Selengkapnya di YouTube Channel Teman Cerita: https://www.youtube.com/watch?v=-G2E_V2NJXY
Kolom Komentar
Suara Pembaca
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!
Video Terkait Artikel
Tonton ulasan selengkapnya
Rekomendasi Redaksi
Cari Berita
Trending NTT
Pemda dan DPRD Lembata Bersama IKL Kupang Melayat ke Rumah Duka Alm. Drs. Sinun Petrus Manuk
134 KK Korban Gempa Asal Marapokot, Nagekeo Bertahan dalam Satu Tenda, Kekurangan Air Bersih dan Makanan
Aliansi Indonesia Bangkit NTT Galang Dana untuk Korban Gempa Flores
BRI Peduli Hadir untuk Warga Terdampak Gempa Nagekeo dan Ngada
BP3MI NTT Tangani Pemulangan Jenazah PMI ke-99 Asal Sikumana, 14 Tahun Bekerja di Malaysia
Jenazah Petrus Sinun Manuk Tiba di Kupang, Disambut Keluarga, Kwarcab, dan Kwarda NTT
BRI Peduli Jangkau Pengungsi dan Pasien Terdampak Gempa di Maumere
Pemeriksaan Kesehatan Gratis di Bheramari, Ende, Mahasiswa KKN Unmuh Soroti Jarak dan Biaya Layanan
Lindungi PMI dari Sindikat Narkoba, BP3MI dan BNN NTT Perkuat Sinergi
PMI Asal Kupang Dipulangkan dari Arab Saudi Setelah Berangkat Lewat Jalur Nonprosedural