Ormawa IAKN Kupang Ancam Segel Ruang Rektor, Desak Pemecatan Dosen Diduga Hina Mahasiswa
Kupang- Puluhan mahasiswa yang mengatasnamakan Organisasi Mahasiswa (Ormawa) Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Kupang menggelar aksi demonstrasi jilid II di Kampus IAKN Kupang, Naimata, Kota Kupang, Rabu (20/5/2026) sekitar pukul 10.55 WITA.
Dalam aksi tersebut, massa mendesak Rektor IAKN Kupang, I Made Suardana segera memecat oknum dosen berinisial JS yang diduga menghina mahasiswa saat proses perkuliahan online.
Koordinator Lapangan (Koorlap) aksi, Nofrisio, menegaskan bahwa pihaknya akan mengambil langkah lanjutan apabila tuntutan mereka kembali tidak ditindaklanjuti oleh pimpinan kampus.
“Kami akan segel ruang rektor dan kirim petisi tembusan ke kementerian,” kata Nofrisio saat diwawancarai di halaman kampus.
Ia menjelaskan, aksi jilid II dilakukan karena demonstrasi pertama pada Selasa, 28 April 2026, belum mendapat respons serius dari pihak rektorat.
“Di sini, kami menyampaikan poin tuntutan kami supaya pimpinan kampus IAKN melakukan pemecatan kepada oknum dosen tersebut,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris BEM IAKN Kupang terpilih, Timotius Nubatonis, dalam orasinya menilai tindakan oknum dosen tersebut sebagai tindakan yang tidak manusiawi.
“Jika hari ini kita tidak mendapatkan keadilan, maka kita harus menuntut keadilan terhadap pimpinan kita, sebab pimpinan belum mengambil tindakan serius,” tegasnya.
Menurut Timotius, ucapan dosen JS yang menyebut mahasiswa “bodoh” dan “binatang” saat kuliah daring merupakan bentuk kekerasan verbal terhadap mahasiswa.
“Hari ini kami tidak berurusan dengan oknum JS tetapi kami berurusan dengan pimpinan kampus. Jika ini dibiarkan, maka akan berdampak selamanya,” tandasnya.
Diketahui, dosen berinisial JS menjadi sorotan publik setelah video berdurasi 2 menit 27 detik yang memperlihatkan dirinya diduga menghina mahasiswa saat perkuliahan daring viral di media sosial.
Dalam video tersebut, JS terlihat mengajar mata kuliah Strategi Pembelajaran Pendidikan Agama Kristen sambil memanggil nama mahasiswa satu per satu untuk mengecek kehadiran.
Namun, ketika mahasiswa menjawab hadir, ia justru melontarkan sebutan seperti “manusia bodoh” dan “binatang”.
Video yang telah beredar sejak 22 April 2026 itu menuai kecaman dari netizen dan memicu gelombang protes dari kalangan mahasiswa.
Hingga berita ini ditayangkan, Rektor IAKN Kupang belum berhasil dihubungi untuk dimintai tanggapannya. ** (EB)
Kolom Komentar
Suara Pembaca
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!
Rekomendasi Redaksi