Panti Asuhan Guardian Holy Angel di Kupang Ludes Terbakar, Penghuni Panti Selamat

Emanuel Boli
Dilihat 329x
Waktu Baca ± 2 Min
Bagikan Artikel
Panti Asuhan Guardian Holy Angel di Kupang Ludes Terbakar, Penghuni Panti Selamat
Panti Asuhan Guardian Holy Angel di Naikoten I ludes terbakar, dua mobil pemadam kebakaran (damkar) Kota Kupang dan satu truk tangki diterjunkan untuk memadamkan api. Kredit: Dok. HighlightNTT

Kupang- Diduga akibat korsleting listrik, Panti Asuhan Guardian Holy Angel di RT009/RW004 Kelurahan Naikoten I, Kecamatan Kota Raja, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), ludes terbakar pada Rabu (13/5/2026) sekitar pukul 14.30 WITA.

Panti asuhan tersebut diketahui milik para suster dari ordo Canonici Regulares a Jesu Domino (CJD) atau Ordo Suster Kanonik Regular dari Yesus Tuhan.

Berdasarkan keterangan warga sekitar, sumber api diduga berasal dari meteran listrik.

Api kemudian dengan cepat merambat ke dalam melalui plafon rumah yang mudah terbakar.

Warga Naikoten I, Yustus Lamaleta, mengatakan percikan api pertama kali terlihat berasal dari kabel listrik di sekitar meteran.

"Dia punya kabel, percikan api di kabel. Percikan api di kabel, dia naik sampai di kamar depan itu. Mungkin ada spon. Di situ dia punya plafon tabakar," katanya.

"Baru sempat orang kasih keluar suster dong dari situ. Dia pung penyebab itu cuma kabel meteran listrik."

Ia mengatakan, saat kejadian seluruh penghuni berada di dalam panti.

Namun, banyak warga sedang berada di sekitar lokasi karena menghadiri prosesi pemakaman sehingga proses evakuasi dapat dilakukan dengan cepat.

“Penghuni semua aman karena orang berlomba-lomba melakukan penyelamatan. Penghuni panti dievakuasi lebih dulu, kemudian kendaraan di-"gendong" ke jalan,” katanya.

Dia berkata, kobaran api membesar hanya dalam hitungan menit akibat angin kencang yang terjadi saat kebakaran berlangsung.

“Api cepat sekali membesar karena angin sangat kencang waktu itu,” tambahnya.

Hal senada disampaikam, Steven Pello (51), warga setempat. Ia menduga kebakaran dipicu gangguan listrik karena api menyebar sangat cepat dari bagian depan.

Beta kebetulan ikut pemakaman di sekitar sini. Kebakaran ini kemungkinan karena listrik karena apinya cepat sekali membesar dan merambat dari depan melalui plafon,” ujarnya.

Steven mengaku ikut membantu proses penyelamatan barang-barang milik penghuni panti.

Beta (saya) masuk saat masih ba'asap. Pakaian dan barang-barang yang ada di depan langsung Beta angkat ke bawah,” katanya.

Sementara itu, salah seorang penghuni panti, Yanse Lasa (16), mengatakan api pertama kali terlihat dari kamar depan.

“Ada kasur yang terbakar di kamar depan,” ujar Yanse, siswa SMKN 5 Kupang.

Yanse menyebutkan jumlah penghuni panti sebanyak 18 anak, terdiri dari enam anak perempuan dan sisanya laki-laki.

Pantauan di lokasi, dua mobil pemadam kebakaran (damkar) Kota Kupang dan satu truk tangki diterjunkan untuk memadamkan api.

Kapolsek Kota Raja, AKP Frids Mada, bersama anggota juga tampak berada di lokasi untuk membantu proses penanganan dan pengamanan. ** (EB)

Kolom Komentar

Suara Pembaca


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Sponsored
Teman Cerita - Bukan Cerita Biasa
Sponsored Content Teman Cerita - Bukan Cerita Biasa
Pasang Iklan
Sponsored
Teman Cerita - Bukan Cerita Biasa
Sponsored Content Teman Cerita - Bukan Cerita Biasa
Pasang Iklan