Pergi Merantau Saat Anak Masih Bayi, PMI Asal Ende Meninggal Dunia di Malaysia
Kupang- Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Nusa Tenggara Timur (NTT) bersama Yayasan Sosial Penyelenggaraan Ilahi, perwakilan Dinas Nakertrans Provinsi NTT, serta pihak keluarga menjemput jenazah Pekerja Migran Indonesia (PMI) ke-72 atas nama Bonefasius Rai (44) di Kargo Bandara El Tari Kupang, Rabu, 10 Juni 2026.
Jenazah warga Desa Lisedetu, Kecamatan Wolowaru, Kabupaten Ende itu tiba di Bandara El Tari Kupang menggunakan pesawat Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA 456 pada pukul 10.45 Wita.
Berdasarkan Daftar Kematian Nomor 2221289 tertanggal 31 Mei 2026 yang diterbitkan Hospital Tapah, Perak, Malaysia, Bonefasius Rai meninggal dunia pada 31 Mei 2026 pukul 07.30 waktu setempat.
Penyebab kematiannya multiorgan sepsis due to left lung abcess and biliary sepsis dan telah tercatat dalam Daftar Kematian Warga Negara Indonesia di Kuala Lumpur, Malaysia.
“Status keberangkatan nonprosedural,” kata Ketua Tim Layanan Pemberdayaan BP3MI NTT, Muhammad Geo Amang saat ditemui di Kargo Bandara El Tari Kupang.
Di Terminal Kargo Bandara El Tari, sepupu kandung almarhum, Aloysius Repa (70), mengungkapkan bahwa Bonefasius telah bekerja di Malaysia selama sekitar 19 tahun.
Alo Repa mengatakan, saat berangkat merantau, anak tunggal Bonefasius Rai masih berusia empat bulan dan kini telah duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA).
“Dia pergi ke Malaysia tahun 2007 sejak anaknya baru berusia empat bulan. Sekarang anaknya sudah SMA, usia 19 tahun," katanya.
"Di sana kerja di kebun ubi. Kadang-kadang kirim uang untuk membangun rumah. Rumah itu baru selesai sekitar satu tahun lebih,” tambah Aloysius.
Dalam kesempatan tersebut, Suster Laurentina, SDP, dari Yayasan Sosial Penyelenggaraan Ilahi menyampaikan belasungkawa kepada keluarga almarhum.
Ia juga memimpin doa bersama sebelum jenazah diberangkatkan ke tempat persemayaman di Biara Susteran SDP.
Sesuai rencana, jenazah Bonefasius Rai akan disemayamkan selama satu malam di Biara Susteran SDP Kupang.
Selanjutnya, jenazah akan dipulangkan ke Kabupaten Ende pada Kamis, 11 Juni 2026 menggunakan KM Willis yang dijadwalkan berangkat pukul 14.00 Wita. ** (EB)
Kolom Komentar
Suara Pembaca
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!
Rekomendasi Redaksi
Cari Berita
Trending NTT
Pemda dan DPRD Lembata Bersama IKL Kupang Melayat ke Rumah Duka Alm. Drs. Sinun Petrus Manuk
134 KK Korban Gempa Asal Marapokot, Nagekeo Bertahan dalam Satu Tenda, Kekurangan Air Bersih dan Makanan
Aliansi Indonesia Bangkit NTT Galang Dana untuk Korban Gempa Flores
BRI Peduli Hadir untuk Warga Terdampak Gempa Nagekeo dan Ngada
BP3MI NTT Tangani Pemulangan Jenazah PMI ke-99 Asal Sikumana, 14 Tahun Bekerja di Malaysia
Jenazah Petrus Sinun Manuk Tiba di Kupang, Disambut Keluarga, Kwarcab, dan Kwarda NTT
BRI Peduli Jangkau Pengungsi dan Pasien Terdampak Gempa di Maumere
Pemeriksaan Kesehatan Gratis di Bheramari, Ende, Mahasiswa KKN Unmuh Soroti Jarak dan Biaya Layanan
Lindungi PMI dari Sindikat Narkoba, BP3MI dan BNN NTT Perkuat Sinergi
PMI Asal Kupang Dipulangkan dari Arab Saudi Setelah Berangkat Lewat Jalur Nonprosedural