Peti Jenazah ke-49 di Tahun 2026, Tamparan Keras bagi Penanganan PMI NTT
Kupang – Suasana haru menyelimuti Terminal Kargo Bandara El Tari Kupang pada Rabu (29/4/2026) pagi. Deru mesin pesawat Garuda Indonesia (GA-456) dari Jakarta yang mendarat di Kupang membawa pulang salah satu putra Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam peti kayu—sebuah kepulangan yang tak pernah diharapkan oleh keluarga.
Perjalanan Panjang Buruh Sawit
Jenazah tersebut adalah Fransiskus Salesius Reku, pria berusia 61 tahun asal Desa Embuzozo, Kecamatan Nangapenda, Kabupaten Ende. Fransiskus merupakan seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) non-prosedural yang telah menghabiskan delapan tahun hidupnya sebagai buruh sawit di Ladang Kosma, Pahang, Malaysia.
Berdasarkan catatan medis dari Hospital Muadzam Shah Rompin, Fransiskus menghembuskan napas terakhir pada 24 April 2026 akibat serangan jantung. Almarhum diketahui berangkat ke Malaysia secara mandiri dan ilegal melalui ajakan kerabat, sebuah pola klasik yang terus berulang di wilayah NTT.
NTT dalam Darurat PMI Non-Prosedural
Kepergian Fransiskus Salesius Reku menambah daftar panjang tragedi kemanusiaan pekerja migran asal NTT. Data mengejutkan mencatat bahwa dalam periode 3 Januari hingga 29 April 2026, sebanyak 49 PMI asal NTT telah meninggal dunia di Malaysia.
Mirisnya, dari jumlah tersebut, 46 orang berstatus non-prosedural (undocumented). Secara statistik, NTT kehilangan rata-rata lebih dari 100 nyawa pekerja migran setiap tahunnya di luar negeri.
Catatan Penting dan Desakan Aksi
Tingginya angka kematian ini menjadi "alarm" keras bagi pemerintah dan pemangku kepentingan. Mayoritas PMI yang berpulang dalam peti jenazah adalah korban rekrutmen jaringan sindikat atau ajakan mandiri tanpa perlindungan hukum yang jelas.
Diharapkan adanya langkah konkret dan penanganan serius dari Pemerintah Pusat serta aparat keamanan untuk memutus rantai rekrutmen ilegal ini, agar tidak ada lagi "Fransiskus-Fransiskus" lain yang harus pulang dalam keadaan tak bernyawa.**
Kolom Komentar
Suara Pembaca
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!
Rekomendasi Redaksi
Cari Berita
Trending NTT
FMN Desak Presiden Prabowo Tetapkan Gempa Flores sebagai Bencana Nasional
Gempa Guncang Flores, Kakanwil Ditjenpas NTT Siapkan Relokasi 171 WBP Rutan Ruteng ke Bajawa
Gempa M 7,7 Guncang Flores, Gubernur NTT Koordinasi dengan Kepala BNPB hingga Sejumlah Menteri
Tim Kuasa Hukum 3 Anggota DPRD TTU Hadirkan Ahli Psikologi Forensik di Polda NTT
Soal Rp330 Juta, Ishak Rihi Minta Damai, Kuasa Hukum Bildad Pilih Proses Hukum
Desa Waiburak dan Narasaosina Berdamai, Ritual Adat Lepan Dopi Ledan Gala Digelar
KKJ NTT dan AJI Kupang Minta Pemberitaan Kasus Bildad Thonak Berbasis Verifikasi
Penyidikan Kasus Dokter Icha, Terlapor akan Diperiksa Lagi Setelah Hasil Gelar Perkara
Kasus Dokter Icha, Ahli Toksinologi Jawab Lebih dari 30 Pertanyaan Penyidik Polda NTT
Besok, Polda NTT Minta Keterangan Dokter Tri Maharani sebagai Saksi Ahli dalam Kasus Dokter Icha Pakaenoni