Plt. Kakanwil Kemenhaj: Seluruh Jamaah Haji NTT dalam Kondisi Baik, Dua Sempat Sakit
Kupang – Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), H. Hasan Manuk, menyampaikan bahwa sebanyak 533 jamaah haji asal NTT saat ini sedang menjalani rangkaian ibadah haji di Tanah Suci Mekkah, Arab Saudi.
Hal tersebut disampaikan Hasan Manuk saat diwawancarai di Kantor Kanwil Kementerian Haji dan Umrah NTT, Jalan Amabi, Oebufu, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang, Kamis, 28 Mei 2026, pukul 11.08 WITA.
“Kemarin sudah wukuf, hari kedua, lempar jumrah. Kemarin pertama, kedua, nanti besok ketiga, sudah kembali lagi ke Mekkah,” kata Hasan Manuk.
Mantan Kepala Bidang Haji dan Bimas Islam Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi NTT itu menuturkan, para jamaah saat ini masih berada di Mina setelah sebelumnya menjalani wukuf di Arafah dan mabit di Musdalifah.
“Ini hari kan mereka masih di Mina, kan tanggal 9 Zulhijjah di Arafah, malamnya mabit di Musdalifah. Mabit itu berhenti sementara di Musdalifah, terus lanjut ke Mina, dekat saja,” ujarnya.
Terkait kondisi kesehatan jamaah haji asal NTT, Hasan Manuk mengatakan terdapat dua orang jamaah yang sempat sakit, namun kini sudah kembali membaik.
Ia berkata, jamaah asal NTT tidak ada yang batal berangkat. Ada 608 se-Indonesia batal berangkat, tetapi ada 10 provinsi terisi semua termasuk NTT.
Ia juga menceritakan salah satu jamaah yang mengalami “patah kaki”, namun tetap diberangkatkan setelah dipastikan masih memungkinkan menjalani ibadah dengan bantuan keluarga.
Rencananya, Kemenhaj NTT bersama Gubernur NTT akan melakukan penjemputan di Asrama Haji Embarkasi Surabaya. Setelah itu, masing-masing kabupaten/kota akan mengatur kepulangan jemaah ke daerah masing-masing.
"Untuk wilayah Flores bagian barat, kepulangan jamaah akan melalui Bandara Labuan Bajo. Untuk wilayah daratan Sumba, melalui Bandara Tambolaka. Selebihnya lewat Bandara El Tari Kupang," ujar Hasan.
Selain membahas pelaksanaan ibadah haji, Hasan Manuk Langoday juga menyinggung pelaksanaan kurban pada momentum Idul Adha tahun ini.
Pria asal Ile Ape, Kabupaten Lembata itu mengatakan, warga nonmuslim turut mengambil peran dalam proses pemotongan dan distribusi hewan kurban.
“Tapi tadi saya tanya teman yang pengurus masjid itu, ternyata bahwa dengan momentum kurban ini, saudara kita yang Nasrani lebih banyak mengambil peran di dalam pemotongan hewan ini,” tuturnya.
“Jadi setelah disembeli, sudah urusan cincang-cincang, tetangga-tetangga masjid sudah ambil alih, tinggal nanti baru didistribusi. Untuk mereka juga menikmati,” tambahnya. ** (EB)
Kolom Komentar
Suara Pembaca
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!
Rekomendasi Redaksi