Soal Bantuan Gempa Rp200 Miliar, Gubernur NTT: Semua Pemda Lagi Belanja
Kupang- Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena mengatakan pemerintah daerah sedang membelanjakan kebutuhan bagi masyarakat terdampak gempa Flores selama masa tanggap darurat.
Hal tersebut disampaikan untuk menjawab sorotan Anggota DPRD NTT Junaidin Mahasan mengenai realisasi bantuan pemerintah pusat sebesar Rp200 miliar.
"Semua pemda lagi belanja kebutuhan korban gempa di masa tanggap darurat," kata Gubernur NTT, Melki Laka Lena saat dikonfirmasi HighlightNTT, Kamis, 10 September 2026 malam pukul 22.23 WITA.
Sebelumnya, Junaidin mempertanyakan Pemerintah Provinsi NTT dan pemerintah kabupaten yang terdampak gempa terkait penggunaan dan penyaluran dana bantuan tersebut.
Sebab, pemerintah pusat sebelumnya telah menyalurkan bantuan sebesar Rp200 miliar untuk penanganan dampak bencana gempa Flores.
Ia mengungkapkan, pemerintah juga menyatakan dana Rp20 miliar untuk masing-masing kabupaten terdampak telah diterima.
Namun, menurut Junaidin, kondisi di lapangan menunjukkan masih ada masyarakat yang membutuhkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan dasar.
"Masih ada masyarakat yang telepon, WhatsApp, dan inbox saya yang membutuhkan terpal, selimut, makanan, air minum, dan kebutuhan dasar lainnya," kata Junaidin kepada HighlightNTT, Kamis (10/9).
Ketua Fraksi PSI DPRD NTT itu menilai kondisi tersebut merupakan keadaan darurat.
Oleh karena itu, kata dia, masyarakat yang terdampak bencana tidak dapat diminta menunggu terlalu lama hanya karena proses administrasi pemerintah.
"Ini keadaan darurat. Rakyat tidak bisa disuruh menunggu proses administrasi terlalu lama. Kalau ada kendala administrasi, pengadaan, verifikasi, atau pertanggungjawaban, pemerintah harus mencari jalan keluarnya," ujarnya.
Ia menegaskan, prosedur birokrasi tidak boleh menjadi alasan lambannya penyaluran bantuan kepada masyarakat yang sedang menghadapi situasi bencana. **(EB)
Kolom Komentar
Suara Pembaca
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!
Rekomendasi Redaksi
Cari Berita
Trending NTT
Polsek Maulafa Respons Cepat Aduan Musik Bising, Pemilik Hajatan Matikan Musik
Bulog Gelar Gerakan Pangan Murah di Sumba Barat Daya
Pendeta Ina Pimpin Doa untuk Jenazah PMI NTT ke-120 yang Tinggalkan Anak Kembar
Dua Dusun di Mandeu Raimanus Belum Terjangkau Listrik, 80 KK Menanti Kepastian
Pascagempa Manggarai, Pemulihan Air Bersih dan Jaringan Komunikasi Dikebut
Polisi Hentikan Musik Pesta yang Ganggu Warga Oebufu
PMKRI: Polisi Harus jadi Pelindung, Pengayom, dan Pelayan yang Dekat dengan Masyarakat
Dari RS Boromeus Bello ke Gereja Haukoto, Polisi Kawal Pengantaran Jenazah Romo Yalo
Pascagempa, DP3A Manggarai dan Plan Indonesia Perkuat Perlindungan Perempuan dan Anak
Warga Lapor Lewat 110, Polsek Maulafa Hentikan Musik Pesta yang Mengganggu