Suara Kasih untuk Yerdi Efrosina Bekliu

Redaksi HighlightNTT
Dilihat 273x
Waktu Baca ± 3 Min
Bagikan Artikel
Suara Kasih untuk Yerdi Efrosina Bekliu
Aksi Aliansi Mahasiswa Peduli Korban Kredit: Dok. HighlightNTT

Kupang - Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Peduli Korban menggelar aksi demonstrasi di depan Polresta Kupang Kota, Senin (25/5), menuntut pengusutan tuntas kasus kematian Yerdi Efrosina Bekliu.

Dalam aksi tersebut, suara perwakilan perempuan turut mengemuka menyuarakan keadilan bagi korban Yerdi.

Yerdi Efrosina Bekliu (20) merupakan mahasiswi aktif semester IV Program Studi Bahasa Indonesia Universitas Persatuan Guru 1945 NTT yang ditemukan meninggal dunia di kamar kosnya pada Sabtu, 9 Mei 2026 lalu.

Salah satu massa aksi yang diketahui bernama Kasih menyampaikan orasi terkait tuntutan agar kepolisian segera mengusut tuntas kematian Yerdi.

Dalam orasinya, Kasih mengaku pernah dihubungi oleh seorang oknum polisi melalui Instagram yang awalnya mengaku sebagai mahasiswa hukum di salah satu perguruan tinggi di Kota Kupang.

Dalam percakapan tersebut, Kasih mengaku sempat berdebat dengan oknum polisi itu. “Suatu saat ade jangan minta tolong kepada saya,” ujar Kasih menirukan ucapan oknum tersebut saat berorasi.

Menurut Kasih, ketika masyarakat menuntut keadilan dan meminta aparat bekerja sesuai tugas dan fungsi mereka, hal itu justru dianggap sebagai bentuk meminta pertolongan kepada polisi.

“Tugas dan fungsi mereka itu melayani rakyat,” katanya.

Ia mendorong agar kasus kematian Yerdi Efrosina Bekliu menjadi prioritas utama dalam proses pengusutan.

Dia berkata, jangan sampai kasus-kasus sepele yang malah diusut sementara kasus yang menghilangkan nyawa tidak diusut.

Koordinator Umum aksi, Yaret Lakarol, menegaskan bahwa tuntutan utama aliansi adalah mendesak kepolisian segera mengusut tuntas kematian Yerdi Bekliu.

“Harapan kami dari aliansi bagaimana polisi menemukan pelaku dugaan pembunuhan terhadap kematian Yerdi Bekliu,” ujar Yaret.

Ia mengatakan, hasil investigasi aliansi menemukan adanya sejumlah kejanggalan dalam kasus tersebut. Bagi dia, kematian korban diduga bukan kematian normal.

“Bahwa kematian korban bukan kematian normal, tapi ada perlakuan manusia,” katanya.

Yaret juga menegaskan bahwa aksi tersebut hanya menjadi langkah awal. Aliansi, kata dia, berencana melanjutkan aksi apabila pihak kepolisian belum menetapkan tersangka dalam kasus tersebut.

“Karena ini hanya awal batu loncatan untuk menuju aksi lanjutan,” ujarnya.

Orator aksi lainnya, Ama Makin, menilai proses penyelidikan yang dilakukan Satreskrim Polresta Kupang Kota berjalan lamban.

“Korban ditemukan dalam kondisi yang tidak bernyawa di kamar kos. Sejak dilaporkan keluarga korban, kepolisian belum mampu menghadirkan saksi-saksi kunci di Tempat Kejadian Perkara untuk dimintai keterangan secara resmi,” kata Ama.

Sementara itu, dilansir dari humas.polri.go.id, Kapolresta Kupang Kota Djoko Lestari menegaskan bahwa Satreskrim Polresta Kupang Kota berkomitmen menangani perkara tersebut secara profesional, transparan, dan akuntabel sesuai prosedur hukum yang berlaku.

“Pengungkapan kasus ini dilakukan secara mendalam dan berbasis ilmiah (scientific crime investigation),” kata Djoko Lestari, Rabu (20/5).

Ia menjelaskan bahwa Polresta Kupang Kota telah menjalankan seluruh tahapan penanganan perkara sesuai standar operasional prosedur (SOP).

Kapolresta mengatakan, pengungkapan suatu perkara membutuhkan proses, pendalaman objektif, dan kepastian alat bukti.

Saat ini, penyidik masih bekerja sama dengan dokter forensik untuk melakukan pemeriksaan mendalam terhadap jasad korban. Sampel pemeriksaan patologi disebut telah dibawa ke Bali untuk pemeriksaan lanjutan.

“Saat ini, kami masih terus bekerja sembari menunggu hasil resmi dari dokter forensik tersebut,” ujar Kombes Pol. Djoko Lestari. ** (EB)

Kolom Komentar

Suara Pembaca


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Sponsored
Teman Cerita - Bukan Cerita Biasa
Sponsored Content Teman Cerita - Bukan Cerita Biasa
Pasang Iklan
Sponsored
Teman Cerita - Bukan Cerita Biasa
Sponsored Content Teman Cerita - Bukan Cerita Biasa
Pasang Iklan