SUPAYA TAK ADA LAGI KASUS YERDI YERDI LAINNYA (Sebuah Ajakan Dukungan)

Redaksi HighlightNTT
Dilihat 106x
Waktu Baca ± 3 Min
Bagikan Artikel
SUPAYA TAK ADA LAGI KASUS YERDI YERDI LAINNYA (Sebuah Ajakan Dukungan)

Opini - Kematian seharusnya menjadi akhir dari sebuah perjalanan hidup di dunia, namun bagi keluarga Yerdi Efrosina Bekliu, kematian justru menjadi awal dari sebuah perjuangan panjang yang menguras air mata dan menuntut jawaban. Yerdi pergi terlalu cepat, meninggalkan ruang hampa yang tak akan pernah bisa diisi kembali oleh apa pun.

Di balik tuntutan keadilan ini, ada sosok ayah dan ibu yang hatinya telah hancur berkeping-keping. Mereka adalah sepasang suami istri, petani kecil dari pedalaman Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), tepatnya dari Desa Muna, Kecamatan Amanatun Utara.

Sehari-hari, tangan-tangan legam mereka terbiasa mencangkul tanah kering dan merawat tanaman demi menyambung hidup dan menyekolahkan anak. Kini, tangan yang sama harus memegang foto sang buah hati, mengetuk pintu-pintu hukum yang terasa begitu tinggi dan angkuh bagi orang-orang kecil seperti mereka.

Bayangkan betapa beratnya langkah kaki mereka. Dari pelosok Desa Muna, mengumpulkan rupiah demi rupiah dari hasil tani yang tak seberapa, menempuh perjalanan jauh demi mencari kejelasan atas kematian putri tercinta. Mereka tidak punya uang yang melimpah, tidak punya relasi orang-orang penting, dan tidak paham berbelit-belitnya birokrasi hukum. Senjata mereka hanyalah cinta seorang orang tua dan keyakinan bahwa darah anak mereka yang tertumpah tidak boleh berlalu sia-sia.

Melihat air mata ayah dan ibu Yerdi adalah melihat potret nyata bagaimana rakyat kecil harus tertatih-tatih hanya untuk meminta sebuah hak paling mendasar: Kebenaran.

Di tengah riuhnya jagat digital Nusa Tenggara Timur (NTT), ribuan akun Facebook Pro (FB Pro) dengan ratusan ribu pengikut kini bersatu membentuk kekuatan tanpa batas. Layar beranda dipenuhi oleh para konten kreator lokal, influencer papan atas, dan pemilik akun FB Pro yang memiliki pengaruh besar di Flobamora. Suara mereka bergema dari Kupang hingga ujung Flores, dari pelosok Timor hingga Sabu dan Rote. Kekuatan digital ini bukan lagi sekadar alat hiburan, melainkan telah menjelma menjadi panggung solidaritas terbesar untuk menuntut keadilan.

Saatnya kita bergerak bersama. Kepada seluruh masyarakat NTT, para influencer, dan rekan-rekan sesama konten kreator FB Pro, mari gunakan jari dan pengaruh kita untuk menyuarakan kebenaran. Jangan biarkan duka keluarga mendiang Yerdi Efrosina Bekliu tenggelam dalam sepi. Unggah foto, buat video, tulis narasi, dan bagikan setiap perkembangan kasus ini di beranda Anda. Mari kita viralkan tagar keadilan untuk Yerdi! Dengan membanjiri ruang digital melalui ribuan akun Pro kita, kita mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas, transparan, dan memberikan kepastian hukum seadil-adilnya. Satu postingan dari Anda adalah secercah harapan bagi tegaknya keadilan di bumi NTT.

#crime #yerdiefrosinabekliu #keadilan #SaveYerdiBekliu #CiptakanKotaKupangKotaKasih #KawalSampaiTuntas #HukKrim #NTT

Oleh: Florianus N. Sambi D. (Pegiat Sosial dan Podcaster Teman Cerita NTT)

Kolom Komentar

Suara Pembaca


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Sponsored
Teman Cerita - Bukan Cerita Biasa
Sponsored Content Teman Cerita - Bukan Cerita Biasa
Pasang Iklan
Sponsored
Teman Cerita - Bukan Cerita Biasa
Sponsored Content Teman Cerita - Bukan Cerita Biasa
Pasang Iklan