Tujuh Siswa PPLG SMKN 1 Ile Ape Jalani PKL Tiga Bulan di STIKOM Artha Buana Kupang

Emanuel Boli
Waktu Baca ± 3 Min
Bagikan Artikel
Tujuh Siswa PPLG SMKN 1 Ile Ape Jalani PKL Tiga Bulan di STIKOM Artha Buana Kupang
Dosen Pembimbing STIKO Artha Buana Kupang, Nikolaus B. Making bersama siswa PPLG SMKN 1 Ile Ape

Kupang – Komitmen dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia di bidang teknologi informasi kembali ditunjukkan STIKOM Artha Buana Kupang dengan menerima tujuh siswa dari SMKN 1 Ile Ape, Kabupaten Lembata, Program Keahlian Pengembangan Perangkat Lunak dan Gim (PPLG), untuk melaksanakan Praktik Kerja Lapangan (PKL) selama tiga bulan.

“Program tersebut menjadi salah satu bentuk sinergi antara pendidikan menengah kejuruan dan perguruan tinggi dalam menyiapkan generasi muda yang siap menghadapi tuntutan industri digital,” kata Nikolaus B. Making, S.Kom., M.A.P, dosen pembimbing kepada wartawan, Kamis, 4 Juni 2026.

Ia menuturkan, STIKOM Artha Buana Kupang sendiri merupakan perguruan tinggi yang berfokus pada pengembangan kompetensi teknologi informasi dan transformasi digital di Nusa Tenggara Timur.

Dalam pelaksanaan PKL, kata dia, para siswa akan memperoleh pengalaman praktis di berbagai bidang teknologi informasi, mulai dari pengembangan perangkat lunak, pengelolaan sistem informasi, desain aplikasi, pengembangan website, hingga berbagai aktivitas pendukung teknologi informasi lainnya.

Dia berkata, melalui keterlibatan langsung dalam lingkungan kerja dan akademik berbasis teknologi, para siswa diharapkan tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis (hard skills), tetapi juga mengembangkan keterampilan interpersonal (soft skills) seperti kemampuan komunikasi, kerja sama tim, disiplin, serta kemampuan memecahkan masalah.

“Di tengah perkembangan transformasi digital yang berlangsung sangat cepat, pembelajaran di ruang kelas dinilai tidak lagi cukup untuk membentuk lulusan yang kompeten. Siswa membutuhkan pengalaman nyata agar dapat memahami bagaimana ilmu yang dipelajari diterapkan dalam dunia kerja,” ujar Nikolaus.

Karena itu, lanjutnya, kehadiran tujuh siswa PPLG dari SMKN 1 Ile Ape di lingkungan STIKOM Artha Buana Kupang dipandang sebagai langkah strategis yang patut diapresiasi. Program PKL tidak hanya menjadi bagian dari pemenuhan kurikulum sekolah, tetapi juga memiliki nilai strategis dalam menjembatani kebutuhan pendidikan vokasi dengan dunia kerja.

Ia menjelaskan, jurusan Pengembangan Perangkat Lunak dan Gim (PPLG) sendiri merupakan salah satu bidang yang sangat relevan dengan kebutuhan industri saat ini karena berkaitan langsung dengan pengembangan aplikasi, sistem digital, dan inovasi teknologi.

Nikolaus Making mengatakan L, pengalaman yang diperoleh selama PKL diharapkan menjadi bekal penting bagi siswa ketika melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi maupun saat memasuki dunia kerja.

“Dari perspektif institusi, penerimaan siswa PKL tersebut juga mencerminkan peran STIKOM Artha Buana Kupang sebagai pusat pengembangan teknologi dan pendidikan digital di Nusa Tenggara Timur,” katanya.

Menurut Nikolaus, kampus yang memiliki visi menghasilkan sumber daya manusia unggul dan adaptif terhadap perkembangan teknologi itu terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai sekolah guna menciptakan ekosistem pendidikan yang lebih relevan dengan kebutuhan zaman.

Selain itu, kata dia, kehadiran siswa PKL dari daerah kepulauan seperti Ile Ape menunjukkan bahwa akses terhadap pendidikan teknologi semakin terbuka dan inklusif. Kondisi ini menjadi bukti bahwa transformasi digital tidak hanya dinikmati masyarakat perkotaan, tetapi juga mulai dirasakan oleh generasi muda di berbagai wilayah Nusa Tenggara Timur.

Making melanjutkan, program PKL selama tiga bulan ini selain menjadi proses pembelajaran bagi tujuh siswa SMKN 1 Ile Ape, melainkan juga investasi jangka panjang dalam mencetak talenta digital daerah.

Dia berharap, pengalaman yang diperoleh selama berada di STIKOM Artha Buana Kupang dapat meningkatkan kompetensi, kepercayaan diri, dan kesiapan mereka untuk berkontribusi dalam pembangunan daerah maupun perkembangan industri teknologi Indonesia di masa depan.

“Melalui kolaborasi yang berkelanjutan antara sekolah dan perguruan tinggi, diharapkan lahir generasi muda yang tidak hanya mampu mengikuti perkembangan teknologi, tetapi juga menjadi pencipta inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat,” pungkasnya. ** (EB)

Kolom Komentar

Suara Pembaca


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Sponsored
Teman Cerita - Bukan Cerita Biasa
Sponsored Content Teman Cerita - Bukan Cerita Biasa
Pasang Iklan
Sponsored
Teman Cerita - Bukan Cerita Biasa
Sponsored Content Teman Cerita - Bukan Cerita Biasa
Pasang Iklan