Wapres Gibran Janjikan Cold Storage dan Pabrik Es untuk Nelayan Rote Ndao

Redaksi HighlightNTT
Dilihat 201x
Waktu Baca ± 3 Min
Bagikan Artikel
Wapres Gibran Janjikan Cold Storage dan Pabrik Es untuk Nelayan Rote Ndao
Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka saat mengunjungi Kabupaten Rote Ndao, NTT, Jumat, 22 Mei 2026 Kredit: Ist.

Rote Ndao- Usai meninjau Kawasan Sentra Industri Garam Nasional (K-SIGN) di Kecamatan Rote Timur, Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka melanjutkan agenda dengan berdialog bersama petani rumput laut di Kabupaten Rote Ndao, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Jumat (22/5).

Dalam dialog tersebut, Gibran menyoroti potensi pengembangan rumput laut dan kampung nelayan di wilayah itu. Ia mengaku menerima banyak usulan dari petani maupun pemerintah daerah terkait kebutuhan penunjang aktivitas nelayan.

“Jadi kita ingin nanti di tempat-tempat yang diajukan oleh Bupati, tempat-tempat yang produktif untuk perikanannya harus ada ruang pendinginnya, ada cold storage, ada pabrik esnya untuk slurry ice dan juga nanti di situ ada SPBU khusus untuk nelayan,” katanya.

Selain sektor kelautan, Wapres juga menerima laporan mengenai kondisi infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan di Rote Ndao, termasuk kebutuhan revitalisasi puskesmas dan peningkatan fasilitas rumah sakit daerah.

“Koordinasi dengan kementerian terkait terus diperkuat sehingga kebutuhan masyarakat dapat segera ditindaklanjuti pemerintah pusat,” ujar Wapres.

Ia menambahkan, kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah pusat memastikan program hilirisasi dan penguatan ekonomi pesisir berjalan optimal di daerah.

Sebelumnya, Wapres juga melakukan peninjauan Kawasan Sentra Industri Garam Nasional (K-SIGN) di Kecamatan Rote Timur, Kabupaten Rote Ndao, didampingi Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, Dirjen Pengelolaan Kelautan A. Koswara, serta Direktur Utama Nindya Karya Firmansyah.

Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan pengembangan industri garam nasional berjalan optimal sekaligus mendukung arahan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto dalam memperkuat swasembada pangan dan hilirisasi sektor kelautan.

Dalam peninjauan itu, Wapres Gibran menerima penjelasan mengenai pengembangan kawasan industri garam, meninjau kolam kristal garam dan gudang penyimpanan, serta berdialog dengan petani garam dan pemerintah daerah.

Gibran menegaskan kebutuhan garam nasional yang mencapai sekitar 5 juta ton per tahun hingga kini belum dapat dipenuhi sepenuhnya dari produksi dalam negeri. Karena itu, proyek pengembangan garam di Rote Ndao dinilai memiliki peran strategis dalam mendukung kebutuhan nasional.

“Ini kan kebutuhan garam kita per tahun itu 5 juta ton ya. Kita belum bisa memenuhi itu, makanya ini proyek yang ada di sini itu sangat penting sekali untuk bisa memenuhi kebutuhan garam di dalam negeri. Karena Pak Presiden punya concern untuk swasembada pangan, ya garam ini salah satunya,” terang Gibran.

Selain mendukung swasembada pangan, Wapres juga menekankan pentingnya percepatan operasional kawasan agar manfaat ekonominya segera dirasakan masyarakat sekitar.

“Kita ingin ini segera bisa fungsional ya Pak. Kita ingin bisa membuka lapangan pekerjaan sebanyak-banyaknya, warga lokal juga bisa terbantu, kesejahteraannya meningkat, dan yang paling penting multiplier effect (efek ganda) dari pembangunan proyek ini bisa terasa. Jadi tidak hanya di atas kertas saja tapi benar-benar dirasakan warga yang ada di sini,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Rote Ndao, Paulus Henuk berharap proyek strategis tersebut dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya warga yang terdampak pembangunan kawasan tambak garam.

Paulus menegaskan Pemerintah Kabupaten Rote Ndao siap mendukung penuh program pemerintah pusat yang berdampak positif terhadap kesejahteraan masyarakat.

“Beliau (Wapres) ingin memastikan bahwa perhatian pemerintah pusat melalui Kementerian KKP yang menganggarkan anggaran cukup besar, ini harus bisa berjalan dengan baik sehingga rakyat di Rote Ndao terutama yang terdampak dengan K-SIGN ini bisa menikmati hasil dari pembangunan ini,” ujar Paulus Henuk. **EB

Kolom Komentar

Suara Pembaca


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Sponsored
Teman Cerita - Bukan Cerita Biasa
Sponsored Content Teman Cerita - Bukan Cerita Biasa
Pasang Iklan
Sponsored
Teman Cerita - Bukan Cerita Biasa
Sponsored Content Teman Cerita - Bukan Cerita Biasa
Pasang Iklan