Sosialisasi 4 Pilar di Watuneso, Ahmad Yohan Tekankan Pentingnya Persatuan
Ende, Highlight NTT- Anggota DPR RI Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) dari Daerah Pemilihan (Dapil) NTT I, Ahmad Yohan melaksanakan kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Aula Kelurahan Watuneso, Kecamatan Lio Timur, Kabupaten Ende, Kamis, 24 September 2026.
Kegiatan yang dimulai pada pukul 09.30 WITA tersebut diikuti sekitar 150 warga Watuneso. Turut hadir Lurah Watuneso Celsius Yoris Nggai, tokoh agama, tokoh pemuda, serta tokoh masyarakat setempat.
Dalam kegiatan tersebut, Ahmad Yohan menekankan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.
Menurut Ahmad Yohan, Empat Pilar Kebangsaan merupakan bagian penting dalam membangun kesadaran masyarakat mengenai kehidupan berbangsa dan bernegara.
Nilai-nilai tersebut perlu terus dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam menjaga kerukunan di tengah masyarakat.
Ahmad Yohan menekankan bahwa keberagaman Indonesia merupakan kekuatan yang harus dirawat bersama. Perbedaan suku, agama, budaya, pilihan maupun latar belakang sosial tidak seharusnya menjadi alasan untuk memecah persaudaraan.
“Persatuan harus kita jaga bersama. Jangan sampai perbedaan menjadi alasan bagi kita untuk saling menjauh atau terpecah. Justru keberagaman harus menjadi kekuatan dalam membangun bangsa," pesan Ahmad Yohan.
Wakil Ketua Komisi IV DPR RI itu mengajak masyarakat Watuneso untuk menjadikan semangat persatuan sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, persatuan tidak hanya berbicara mengenai hubungan antarwilayah atau antarkelompok, tetapi dimulai dari keluarga, lingkungan masyarakat, hingga kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Persatuan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau para pemimpin. Persatuan adalah tanggung jawab kita semua sebagai warga negara,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Ahmad Yohan juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga budaya gotong royong dan kebersamaan.
Menurutnya, gotong royong merupakan modal sosial yang sangat penting dalam menghadapi berbagai persoalan dan tantangan pembangunan di daerah.
Ia berharap tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh masyarakat, serta seluruh elemen masyarakat dapat menjadi bagian penting dalam menjaga kerukunan dan memperkuat persatuan di tingkat kelurahan.
Selain menyampaikan materi mengenai Empat Pilar, kegiatan tersebut juga menjadi ruang dialog antara masyarakat dengan wakil rakyat.
Warga diberikan kesempatan untuk menyampaikan aspirasi, pandangan, serta berbagai persoalan yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari.
Antusiasme masyarakat terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Sekitar 150 warga hadir dan mengikuti kegiatan di Aula Kelurahan Watuneso dengan penuh perhatian. Dialog berlangsung secara terbuka dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat.
Ahmad Yohan menegaskan bahwa perbedaan merupakan bagian dari kehidupan demokrasi. Oleh karena itu, setiap perbedaan harus disikapi dengan kedewasaan, saling menghormati, dan tetap mengutamakan kepentingan bersama.
“Perbedaan pilihan dan pandangan adalah hal yang biasa dalam demokrasi. Yang paling penting, setelah perbedaan itu kita tetap bersatu sebagai satu bangsa dan satu masyarakat,” ujar dia.
Sementara itu, kehadiran Lurah Watuneso Celsius Yoris Nggai bersama tokoh agama, tokoh pemuda dan tokoh masyarakat menunjukkan dukungan berbagai unsur masyarakat terhadap pentingnya penguatan nilai-nilai kebangsaan di tingkat lokal.
Melalui kegiatan Sosialisasi Empat Pilar tersebut, Ahmad Yohan berharap masyarakat Watuneso semakin memahami pentingnya menjaga persatuan, memperkuat toleransi, serta mempertahankan semangat gotong royong sebagai bagian dari kehidupan bermasyarakat. **(Tim)
Kolom Komentar
Suara Pembaca
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!
Rekomendasi Redaksi
Cari Berita
Trending NTT
Dilema Ilmuwan Masuk Kekuasaan, Dr. Yanuar Beberkan Godaan Fasilitas vs Integritas Kebijakan
Sinergi Erat Pemuda dan DPRD Sikka: Diskusi Publik GMNI jadi Ruang Konstruktif Kawal Visi Indonesia Emas 2045
Pilkades Serentak di 44 Desa Kabupaten Manggarai Berlangsung Kondusif, Partisipasi Pemilih Tembus 75 Persen
Perda Perlindungan Anak Dinilai Usang, GMNI TTS Desak Revisi Total
Sekolah GMIT dan 16 PAUD di TTS Belum Memiliki Gedung, Yerim Fallo Bawa Aspirasi ke DPR RI
Ketua HKTI Lembata Paul Dolu: Bendera HKTI Harus Berkibar sampai Desa
Gen Z Kupang Diskusikan RUU Perampasan Aset dan Potensi Penyalahgunaan Kekuasaan
Anggota DPRD NTT Desak Transparansi Penyaluran Bantuan Rp200 Miliar Korban Gempa Flores
RSA Laksamana Malahayati Tiba di Manggarai, PDI Perjuangan Siap Kawal Bantuan Korban Gempa
Bawaslu Lembata Soroti 10 Titik Kritis Pengawasan Tahapan Pencalonan