Gunung Lewotobi Laki-Laki "Menggeliat", Frekuensi Erupsi Meningkat Tajam dalam 24 Jam
Flores Timur – Aktivitas vulkanik Gunung Api Lewotobi Laki-Laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, menunjukkan tren peningkatan yang signifikan. Berdasarkan laporan terbaru dari Pos Pengamatan Gunung Api pada Kamis (23/04/2026), gunung setinggi 1.584 mdpl ini tercatat mengalami peningkatan intensitas erupsi dibandingkan periode awal April lainnya.
Petugas Pos Pengamatan, Emanuel Rofinus Bere, melaporkan bahwa sepanjang Rabu, 22 April 2026, telah terjadi 9 kali erupsi dalam rentang waktu pukul 03.30 hingga 21.20 WITA.
Kolom Abu Mencapai 1.700 Meter
Erupsi tersebut melontarkan kolom abu berwarna kelabu dengan intensitas tebal. Ketinggian kolom abu teramati bervariasi antara 300 hingga 1.700 meter di atas puncak. Berdasarkan pantauan di lapangan, arah sebaran abu cenderung bergerak menuju Barat Daya.
Secara teknis, rentetan erupsi ini tercatat memiliki amplitudo antara 3.7–14.8 mm dengan durasi gempa yang cukup panjang, yakni 82 hingga 227 detik.
Detail Aktivitas Kegempaan
Selain erupsi permukaan, instrumen seismik juga merekam aktivitas bawah permukaan yang cukup intens selama periode 22 April 2026 (00.00–24.00 WITA), di antaranya:
10 kali gempa Low Frequency.
8 kali gempa Tektonik Lokal.
6 kali Tremor Non-Harmonik.
3 kali gempa Vulkanik Dalam.
1 kali gempa Tektonik Jauh, Gempa Hembusan, dan Harmonik.
Tren Meningkat: Dari Nihil ke Sembilan
Data menunjukkan grafik aktivitas yang terus menanjak dalam tiga hari terakhir. Jika pada 20 April aktivitas terpantau nihil, dan pada 21 April tercatat 4 kali erupsi, maka lonjakan menjadi 9 kali erupsi pada 22 April menjadi sinyal kuat bahwa potensi erupsi susulan masih sangat tinggi dalam beberapa hari ke depan.
Status & Rekomendasi Keselamatan
Saat ini, tingkat aktivitas Gunung Lewotobi Laki-Laki masih berada pada Level II (Waspada). Masyarakat, pengunjung, maupun wisatawan dilarang keras melakukan aktivitas apa pun dalam radius 4 kilometer dari pusat erupsi.
Pihak berwenang menghimbau warga, terutama yang berkebun di sekitar lereng gunung, untuk tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan ekstra dan mematuhi rekomendasi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).**
Kolom Komentar
Suara Pembaca
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!
Rekomendasi Redaksi
Cari Berita
Trending NTT
FMN Desak Presiden Prabowo Tetapkan Gempa Flores sebagai Bencana Nasional
Gempa Guncang Flores, Kakanwil Ditjenpas NTT Siapkan Relokasi 171 WBP Rutan Ruteng ke Bajawa
Gempa M 7,7 Guncang Flores, Gubernur NTT Koordinasi dengan Kepala BNPB hingga Sejumlah Menteri
Tim Kuasa Hukum 3 Anggota DPRD TTU Hadirkan Ahli Psikologi Forensik di Polda NTT
Soal Rp330 Juta, Ishak Rihi Minta Damai, Kuasa Hukum Bildad Pilih Proses Hukum
Desa Waiburak dan Narasaosina Berdamai, Ritual Adat Lepan Dopi Ledan Gala Digelar
KKJ NTT dan AJI Kupang Minta Pemberitaan Kasus Bildad Thonak Berbasis Verifikasi
Penyidikan Kasus Dokter Icha, Terlapor akan Diperiksa Lagi Setelah Hasil Gelar Perkara
Kasus Dokter Icha, Ahli Toksinologi Jawab Lebih dari 30 Pertanyaan Penyidik Polda NTT
Besok, Polda NTT Minta Keterangan Dokter Tri Maharani sebagai Saksi Ahli dalam Kasus Dokter Icha Pakaenoni