Meninggal akibat Tuberkulosis Paru Berat, Jenazah PMI NTT ke- 102 Dipulangkan ke Malaka
Kota Kupang- Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali memfasilitasi penjemputan dan pemulangan jenazah Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal NTT.
Kali ini, jenazah PMI ke-102 atas nama Frida Luruk (31), warga Desa Fahiluka, Kecamatan Malaka Tengah, Kabupaten Malaka. Jenazah Frida tiba di Kupang pada Senin, 24 Agustus 2026, menggunakan pesawat Garuda Indonesia GA 456 sekitar pukul 10.45 WITA.
Kedatangan jenazah disambut Tim Kargo, Tim BP3MI NTT, Yayasan Penyelenggaraan Ilahi, Rumah Harapan, keluarga, serta kerabat almarhumah di Terminal Kargo Bandara El Tari Kupang.
Frida diketahui telah bekerja selama 12 tahun di Malaysia. Ia berstatus sebagai PMI nonprosedural dan selama bekerja belum pernah kembali ke Indonesia sejak berangkat pada 2014.
"Sudah bersuami, sama-sama di Malaysia, memiliki dua orang anak, kerja pilih biji sawit, dan belum pernah pulang sejak berangkat tahun 2014," kata Ana Klau, sepupu kandung almarhumah, di Terminal Kargo Bandara El Tari Kupang.
Meninggal akibat Septic Shock
Berdasarkan Surat Bukti Pencatatan Kematian Nomor 01438/SBPM-KL/0826/04 yang diterbitkan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kuala Lumpur, Frida Luruk tercatat sebagai PMI undocumented atau PMI nonprosedural.
Dalam dokumen tersebut, Frida dinyatakan meninggal dunia pada 19 Agustus 2026 pukul 11.11 waktu setempat di Hospital Raja Permaisuri Bainun, Ipoh, Perak, Malaysia.
Dokumen pencatatan kematian menyebutkan penyebab kematian Frida adalah septic shock secondary to severe pulmonary tuberculosis atau syok septik sekunder akibat tuberkulosis paru berat.
Berdasarkan informasi yang diterima dari Hospital Raja Permaisuri Bainun, terhadap jenazah Frida telah dilakukan autopsi.
Atas permintaan Yulius Nahak Bria, suami almarhumah yang juga tercatat dalam dokumen perjalanan sebagai pemegang SPLP RI XE790655, jenazah Frida dipulangkan ke Indonesia untuk dikebumikan oleh keluarga.
Sebelum diberangkatkan menuju Kabupaten Malaka, Suster "Kargo" Laurentina, PI, menyampaikan ungkapan turut berduka cita sekaligus memimpin doa bagi almarhumah.
Jenazah selanjutnya diberangkatkan menuju Kabupaten Malaka menggunakan ambulans BP3MI NTT agar dapat diserahkan kepada keluarga untuk proses pemakaman.
Ketua Tim Layanan Pemberdayaan BP3MI NTT, Muhammad Geo Amang, mengatakan Frida Luruk merupakan PMI nonprosedural ke-102 yang difasilitasi pemulangannya oleh BP3MI NTT.
"Dari 102, hanya dua yang prosedural," sebut dia.
Geo mengimbau masyarakat NTT yang ingin bekerja di luar negeri agar mengikuti prosedur resmi sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Menurut dia, keberangkatan melalui jalur legal memberikan perlindungan menyeluruh bagi pekerja migran, mulai dari proses keberangkatan, selama bekerja di luar negeri, hingga kembali ke tanah air.
“Karena di sana ada perlindungan-perlindungan yang diberikan kepada para migran, terutama asuransi dan pelayanan kesehatan,” ujarnya.
Dia menjelaskan, PMI nonprosedural umumnya menghadapi pekerjaan berat dan kesulitan mendapatkan akses pelayanan kesehatan akibat keterbatasan dokumen resmi.
Selain itu, PMI nonprosedural yang meninggal dunia juga tidak mendapatkan santunan asuransi karena tidak terdaftar sebagai peserta asuransi ketenagakerjaan.
“Seandainya mereka berangkat prosedural, tentu ada uang santunan, uang duka kurang lebih Rp80 juta, dan yang memiliki anak pihak BPJS akan memberikan beasiswa sampai selesai sekolah,” tegasnya. ** (EB)
Kolom Komentar
Suara Pembaca
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!
Rekomendasi Redaksi
Cari Berita
Trending NTT
Jenazah PMI NTT ke- 101 Tiba di Kupang, Meninggal karena Serangan Jantung di Malaysia
BRI Salurkan Sembako, Air Bersih hingga Selimut untuk Korban Gempa Flores
PMKRI Minta Wapres Gibran Turun ke Palue: Korban Bencana Jangan Dipaksa Mengambil Risiko untuk Mendapatkan Bantuan
“Gerakan dari Hati”, Kopdit Swasti Sari Galang Donasi untuk Korban Gempa Flores
Bupati Lembata: Sinun Petrus Manuk, Sosok Pemersatu Lewo-Leu Auq, dan Pekerja Keras
BRI Hadir di Tengah Warga Terdampak Gempa Manggarai dan Manggarai Timur
Pemda dan DPRD Lembata Bersama IKL Kupang Melayat ke Rumah Duka Alm. Drs. Sinun Petrus Manuk
134 KK Korban Gempa Asal Marapokot, Nagekeo Bertahan dalam Satu Tenda, Kekurangan Air Bersih dan Makanan
Aliansi Indonesia Bangkit NTT Galang Dana untuk Korban Gempa Flores
BRI Peduli Hadir untuk Warga Terdampak Gempa Nagekeo dan Ngada