Panti Asuhan Holy Angel Terbakar, Ijazah, Laptop, hingga Uang Tunai Rp18 Juta Ludes
Kupang- Panti Asuhan Guardian Holy Angel yang terletak di RT009/RW004, Kelurahan Naikoten I, Kecamatan Kota Raja, Kota Kupang, NTT terbakar pada Rabu, 13 Mei 2026 sekitar pukul 13.30 WITA.
Peristiwa tersebut menghanguskan hampir seluruh isi bangunan, termasuk dokumen penting, ijazah, ATM, rapor anak-anak panti, perlengkapan, hingga uang tunai milik pengelola panti.
“Semua terbakar, mulai ijazah SD, buku rapor, kartu ATM bantuan pemerintah, surat yayasan, surat hibah, sampai surat tanah,” kata Penanggung Jawab Panti Asuhan Guardian Holy Angel, Sr. Marisa da Costa kepada di penginapan Dinsos NTT, Oepura, Kamis, 14 Mei 2026 pukul 20.37 WITA.
Tidak hanya milik anak-anak panti, ijazah para suster pengasuh juga ikut hangus dilalap api.
“Ijazah saya mulai dari TK sampai perguruan tinggi terbakar semua. Suster Delta mau kuliah kedokteran tidak jadi karena ijazahnya terbakar semua," katanya lagi.
Ia menyebutkan, uang tunai sekitar Rp15 juta yang baru diambil, termasuk diberikan seorang teman sebanyak Rp3 juta untuk kebutuhan panti juga terbakar.
Akibat kebakaran tersebut, kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. Berbagai perlengkapan panti seperti lemari, kasur, meja, kursi, hingga laptop tidak berhasil diselamatkan.
“Ada 13 kasur, 13 lemari, meja, kursi, laptop, hp semua terbakar. Kerugiannya mungkin lebih dari 100 juta rupiah,” sebut Suster Marisa.
Ia mengungkapkan bahwa peristiwa tersebut terjadi begitu cepat dan membuat para pengasuh hanya sempat menyelamatkan anak-anak yang berada di dalam panti.
“Puji Tuhan, 19 anak selamat, terutama bayi dan anak-anak kecil yang masih berusia 2 tahun, 3 tahun, 5 tahun, dan 6 tahun,” ujarnya.
Pasca-kejadian, para suster dan anak-anak panti langsung dievakuasi ke penginapan milik Dinas Sosial Pemprov NTT atas arahan Kepala Dinas Sosial Kota Kupang.
Suster Marisa mengaku bersyukur karena banyak pihak segera datang membantu setelah kebakaran terjadi.
“Saya merasa luar biasa dengan perhatian pemerintah, Dinas Sosial, DPRD, dan semua pihak yang membantu kami,” katanya.
Saat ini, pihak panti berencana pindah ke rumah yang sedang direnovasi. Rumah tersebut merupakan milik Jenderal Gabriel Lema yang berada di belakang SMA Negeri 1 Kupang.
Meski berbagai bantuan makanan dan pakaian telah berdatangan, Suster Marisa mengaku dirinya dan anak-anak masih mengalami trauma berat akibat peristiwa tersebut.
“Kami masih sangat trauma. Untuk sementara apa yang ada kami pakai dulu,” ucapnya.
Pendampingan rohani juga terus dilakukan oleh paroki dan pihak Keuskupan Kupang kepada anak-anak maupun para suster pengasuh.
Salah satu suster muda, yakni Suster Delta, bahkan disebut sempat nekat ingin kembali masuk ke dalam kobaran api demi memastikan seluruh anak berhasil diselamatkan.
“Dia (Suster Delta) bilang kalau ada satu anak saja yang terbakar , dia akan masuk lagi ke dalam api, ikut sama-sama. Tapi, puji Tuhan semua selamat,” tutup Suster Marisa. **EB
Kolom Komentar
Suara Pembaca
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!
Rekomendasi Redaksi